He is a wonderful man. And when a man is that special, you know it
sooner than you think possible. You recognize it instinctively, and
you're certain that no matter what happens, there will never be another
one like him. -The Lucky One, Nicholas Sparks-
I posting this story not for make sure i'm completly deeply in love with someone, just to see how far i could feel my feeling to someone, and apreciate him honestly..
i never told him i.. kinda afraid of losing him
i never told him that he's an eigthy percent different from my prediction
for me he's complexity with some kind like sweet favour
yang paling pertama gw apresiasi adalah.. kemampuan bertahannya.
haha ambiguitas ya dua kalimat diatas..
maksudnya begini,
kemampuan bertahan diartikan sebagai kemampuannya bertahan (atau menahankan) diri saat menghadapi gw di saat-saat terburuk gw... dont ask me how bad i am when i get my worst.. too bad.
Sejauh ini dia berhasil. for keep standing next to me. itu dilalui dengan jatuh bangun sih tentunya. Air mata, kekecewaan, kemarahan, keputusasaan, kegugupan, kejenuhan, kefrustasian, kelucuan, kegelian, ketidaklogisan, semuanya komposisi dari apa yang terlihat ketika dia menghadapi gw.
Sejauh ini dia berhasil. Untuk memastikan dirinya tetap (mungkin) setia. For me, faithful mean.... there's no other woman conecting to him for too long. Nah pengertian 'too long' ini tentatif. Seringnya sih, diimplikasikan pada berapa banyak sms atau telp, komentar, twit, atau apapun itu. Tidak boleh melebihi ukuran yang 'tidak wajar' untuk kategori teman. Setia berarti hanya gw, kapanpun, dimanapun, dalam situasi apapun. Setia berarti tidak melirik perempuan lain lebih dari beberapa menit. Kalau enggak, hmm dont even ask. You're gonna be afraid of imaginating.
Sejauh ini dia berhasil. Untuk tetap konsisten. Pada apa? pada kemampuannya membuktikan kalau dia yang mengerti gw. Bahkan disaat berkali-kali gw mematahkan pembuktiannya, atau sekedar pemikirannya, yang berpikir (atau berharap) begitu. I always say that he never understand me well. Dan dia tidak pernah berhenti percaya, kalau gw salah. Kalau dia sangat mengerti. I apreciate his consistency. Entahlah, mungkin konsisten berkerabat dekat dengan 'keras kepala'.
Sejauh ini dia berhasil. Untuk tetap disini. Sama gw. Sama-sama memulai lagi ketika jatuh di titik nol. Sama-sama memulai lagi ketika hampir mustahil ada alasan untuk tetap sama-sama. Sama-sama memulai lagi ketika yang satu sudah menyerah dan ingin berlari sembunyi. Sama-sama meyakinkan gw, kalau dia ada untuk gw.
Abo.
4 Januari 2012. Disaat yang sama mengenang seseorang, saya malah menuliskan deretan kalimat di atas. Life is fair, isn't it? at least i try to be honest.
Comments