Jadi tiba-tiba keinget cerita absurd ini. Beberapa tahun lalu yang mana saya masih duduk di bangku SMP, saya punya sahabat, cowok. His name is Singgih. Well semoga dia gak baca tulisan ini. Itu anak (sekarang saya benar-benar cemas semoga dia gak nemu blog ini) pendieeem banget nget nget. Kalau boleh dikatakan kaku, penampilannya selalu rapi dari ujung rambut sampai ujung kaki. Klimis dengan minyak rambut abegeh yang kala itu nge-trend. Berteman dengan orang-orang yang itu-itu aja tapi banyak dibicarakan cewek-cewek di sekolah. Kami ketemu ketika duduk di kelas 2. Karena jarak tempat duduk yang cuma selang beberapa bangku, ditambah dia berteman dengan sahabat saya (Lili- cowok) yang dulunya satu sekolah dasar, maka lingkaran pertemanan kami menjadi dekat. Si Singgih ini, selalu terlihat sangat tegang, sulit tertawa, teratur dan sistematis (rrrr, sistematis? ya begitulah pokoknya). Sangat-sangat bertolak belakang kala itu dengan saya yang suka menertawai banyak hal, iseng, spontan dan...
silly. random. things. in my corner of mind.