Skip to main content

(not) always easy to be.. a civil servant

Kadang menyebalkan juga lhoo digeneralisasikan berdasarkan profesi pekerjaan.
Bahwasanya pegawai negeri kerjanya enak, gampang, cuma duduk2, dapat uang, pulang tenggo, selesai.

Hfffttttt..

FAKTANYA....

Gak semua profesi pegawai negeri punya deskripsi pekerjaan begitu. Buktinya apa?

Buktinya : GUE. Dan teman2 gue.
If it's meant to be a clarification, then let it be...
i work hard as same as everyone in private industries. From 07.30- 17.00.

Terus kerja lo ngapain aja ? duduk-duduk? NOPE. 
Banyak eceeuuuu. -____-

 As Public Relation of a Ministry, there are many things to do. Satu orang punya satu program pekerjaan yang berlangsung terus-menerus selama satu tahun anggaran. Dan pencapaian kinerja kita kelihatan sekali, kalau ada berita negatif, sedikit menyimpang, membawa nama kementerian kita, atau sedikit aja menyentil nama Menteri kita, those kind of responsibilities come to us. We must always be ready all the time.

Apakah ada tekanan? Of course there is.
Walaupun kita 'susah' dikeluarkan, tapi tekanan sehari-hari dari atasan dan rekan kerja bukan berarti gak ada. Bahkan lebih sulit karena pekerjaan kita dipantau sama rakyat (atau 'wakil2' rakyat) di luar sana. Apa yang kita pertanggung jawabkan lebih besar dan sekali lagi KELIHATAN. Kita harus benar-benar berhati-hati.

Tapi... tetap harus ikhlas dengan imbalan yang 'dengan ikhlas' juga diberikan oleh rakyat. No complain, no grumble. Kalau protes...."SURUH SIAPA JADI PEGAWAI NEGERI??"


Yang ingin sekali kita jawab..... EMANG REJEKINYA DISINI NYET. #eh #ups

Generalisasi berlaku general gak kenal excuse atau pengecualian.
Tapi sumpeh deh, kalau memang persepsi itu benar yang kita rasakan sih it's really no matter.
Tapi kalau kenyataannya kita jauh banget dari yang mereka persepsikan rasanya.... 

Pengen lempar dinamit ... x))

Comments

Popular posts from this blog

yess, it's dufan beybeh!

wohh such a busy days coming my way these month.. Padahal dari kemarin pingin banget nulis cerita ini. Singkat kata, jadi akik punya teman yang mana bernama Boni sudah hampir seperempat abad hidup di dunia ini tapi belum pernah ke ... DUFAN! yess, dufan beybeh! Anyhow,  karena beliau berasal dari luar daerah yang jauh dari endonesah sodara2... (read : Madiun), jadilah beliau ini belum pernah menapakkan kaki di dunia fantasi kebanggan milik masyarakat Jakarta itu.  Entah mungkin karena belum sempat, tidak ada yang mengajak, kurang duit karena anak rantau, gengsi atau justru karena rasa nasionalismenya kurang, beliau lebih memilih bertandang ke USS terlebih dahulu. Sayang sekali. Masih ada anak muda seperti beliau yang seharusnya bangga akan produk bangsa sendiri. Jangan ditiru ya.  *prihatin* Beruntunglah Boni karena ia punya teman yang sudah baik, cantik dan tidak sombong lagi... (silahkan kalau mau muntah bak sampah di sebelah kanan). Temannya ini s...

Crap

Kamu cinta dia? Iya. Kamu mau hidup sama-sama dia terus? Mau. Kamu yakin dia bisa bikin kamu bahagia? Ya. Kamu yakin dia mau menjalani hal yang sama seperti kamu? Tidak tahu. Kamu yakin perasaan dia sama kuatnya dengan yang kamu punya? Tidak. Lalu kamu berpegangan sama apa? Tidak tahu. Kadang jatuh cinta dan menjalani hidup bersama-sama seseorang itu dua hal yang berbeda dan tidak bisa berjalan beriringan. Oh crap. Yess. Life is a bunch of crap.

Resign?

Dulu pelarian dari persoalan hidup bisa gue tuangkan dengan menulis, tentang apapun tanpa dibatasi oleh ketakutan bahwa orang lain akan mengganggap tulisan gue itu remeh atau meremehkan masalah tersebut.  Writing is the only way I have to explain my own life to myself Tapi kebiasaan ini berubah setelah gue punya anak alias jadi Ibu. Pertama-tama karena berkurangnya waktu dan (keinginan) untuk menulis karena harus beradaptasi dengan peran baru. Lama-lama banyak hal yang terjadi sampai akhirnya bingung mau cari alasan apalagi untuk membenarkan keengganan gue untuk menulis. Intinya karena ga ada keinginan dan niat. Balancing life between family and work juga ternyata ga semudah yang dibayangkan. Kadang smooth, ga jarang drama. Kalau orang-orang sering bilang keluarga adalah yang nomor satu setiap waktu, buat gue itu ga bisa berlaku. #rhyme Ya adakalanya harus memprioritaskan pekerjaan saat tuntutannya emang tinggi dan anak atau keluarga sedang dalam kondisi baik-baik aja kan. Jadi saa...