Tulisan ini dibuat bukan dengan maksud gak mensyukuri apa yang udah saya dapat di hidup ini. This is just some random thoughts cross in my mind...
Sebagai anak, banyak banget yang udah orang tua kasih ke kita. Gak kehitung. Dan sampai kapanpun gak ada apapun yang bisa membalas kasih sayang mereka. :))
Berawal dari becandaan sepulang karoke bareng dua bocah sok ganteng si Reno dan Boni, saya jadi kepikiran hal ini dan lama-lama gak tahan pengen nulis disini. Some people might said it didn't important. But hell yeah, disitu seninya. Membuat sesuatu yang gak penting layak untuk dipikirkan. #ngok
Begini, dulu saya inget banget, ada tetangga teman main dari kecil namanya Chandra (halo Chandra how are u???) yang sering ngundang saya datang ke pesta ulang tahunnya di ... TK. Dalam ingatan saya, sepanjang saya datang di tiap ultahnya, kayaknya saya gak pernah pakai baju yang sama dengan undangan lainnya. Which is.. kalau diadakan di TK pada saat jam belajar mereka semua pasti pakai seragam kan. Dan saya ingat saya gak pernah pakai seragam. Itu artinya... saya gak pernah TK!?
Untuk mengkonfirmasi ingatan saya yang alakadarnya ini, satu kali saya pun tanya Mamah. Apa iya saya gak pernah TK?
Jawaban Mamah : ...
"Iya, emang kamu gak pernah TK. Masa gak inget...?"
Ya! Positif. Saya gak pernah sekolah TK!
Hmm. *mikir*
Dan saat si Boni dan Reno tau kalau saya ternyata gak pernah masuk TK, hina dina dari mereka pun meluncur. Girang banget dua orang ini. ngehee. =)))))
Sempat sedih sih tahu fakta kalau gak pernah TK menurut mereka itu kayak aib. But then, in the end i laugh it loud too. Hahahaha....Gak pernah TK means, saya gak pernah itu ngerasain main perosot-perosotan di halaman sekolah, nyanyi-nyanyi di kelas, main ayunan, or celebrate birthday at school. (Fyi, i never celebrate my bday party anytime anyway).
Jadi yaa.. saya langsung kelas 1 aja gituuu. Waktu itu saya masuk kelas 1 SD di tempat Bapa kerja nun jauh disana. Setiap hari dibonceng motor Bapa pulang pergi. Di kelas 2, saya pindah sekolah ke kota. (Yeah, Serang itu kota Bon, Ren!). Berhubung selama itu sejarah persekolahan saya selalu ditemani orang tua, jadi ketika pindah sekolah, saya yang cupu dan baru bersinggungan dengan anak2 kota seketika panik. #ngok! Mamah yang sekarang sibuk nganter ke sekolah pun kena imbasnya..
Jadi yaa... tiap dianter masuk ke kelas, terus muka Mamah saya gak keliatan di jendela saya nangis! iyaa! Nangis boooooo! Walhasil setiap hari selama beberapa minggu, Mamah selalu nungguin saya sampe selesai sekolah. Dan baru berangkat kerja setelah saya pulang.
Kesini-sini, saya udah mulai agak berani ditinggal. Tapi, karena mungkin trauma takut anaknya meraung-raung di sekolah, si Mamah sibuk nitip anaknya ini ke guru-guru, kepala sekolah, sampe bibi-bibi yang jualan kue di kantin lapangan kalau dia mau ninggalin saya berangkat ke kantor!
Jadi yaa.. guess what? seantero sekolah sampe saya lulus dari SD tau siapa saya. "Ayu-Si-Tukang-Nangis-Kalau- Ditinggal-Mamahnya-Berangkat-Ke-Kantor-Waktu-Kelas-Dua-SD".
Ngahahahahaa =)))
Saya jadi mikir, apa itu ada hubungannya karena saya gak pernah TK?!
Back to this time,
Sekarang, keponakan saya, Sunday, udah mulai sekolah dari dia umur dua tahun. Sekolahnya bahkan pake dua bahasa, arab dan inggris. Hihihi. Jadi lucu, sekarang dia suka ngomong pake bahasa inggris yang Mbaknya dan Oma-Opanya pun kadang gak mudeng. Selain karena umurnya masih tiga tahun jadi ucapan juga belum sempurna, plus pake basa enggres pulaak. :))
Yang mau saya bilang, menurut saya gak ada bedanya koq anak yang di sekolahin mulai dari TK sama anak yang gak kenal TK sama sekali. (Oke, teori ini pasti dibantah mati-matian sama dua bocah itu- Reno-Boni). But hello, look at me now. Nothing's wrong with me. Mentally or Intelligency. (Mentally mungkin, sekarang kalau liat perosotan bawaannya pengen manjat terus meluncur :))
Tapi itu kan dua puluh tahun sekian yang lalu. Mungkin kalau dibandingkan masa kini atau melihat pada perkembangan persaingan masa depan, anak-anak jaman sekarang memang harus dibekali pendidikan sejak dini. Who knows? Saya sih bukan pakar pendidikan expert yang tahu pola perkembangan anak. Hehe...
Terlepas dari apapun alasan orang tua saya yang gak memasukkan kami anak-anaknya (ohya, adik saya juga) ke sekolah TK. I know that in the end they know what the best for our family at that time. :)
ps : ohya chandra, tau gak yang suka kasih hadiah yang sama setiap lo ulang tahun itu siapa? iya, hadiah sabun batangan lifebuoy itu dari gueee. Buahahahaa :))))))
Dalam hati aku berterima kasih pada orang tua yang telah mendidik dan menempaku sedemikian rupa sehingga aku menjadi diriku yang sekarang. All for my own good. Thank you Ma, Pa...
Comments