Bahasa diciptakan untuk membuat proses komunikasi dari satu sumber ke lawan bicaranya menjadi mudah.
Bahasa yang sama lebih memudahkan dua orang ketika berbicara, menyampaikan pesan, memberi pengertian, menyamakan persepsi. Seharusnya bahasa yang sama berfungsi seperti itu.
Jadi, ketika dua orang bicara dengan bahasa yang sama, tapi tidak timbul pengertian diantara keduanya, kemana fungsi bahasa?
Ya, kalau dalam proses komunikasi ada banyak faktor tidak timbulnya persepsi yang sama diantara komunikator dan komunikan. Salah satunya channel atau media/saluran yang digunakan dapat menghambat proses itu sendiri. Sebaik-baiknya saluran adalah udara. Bicara satu sama lain secara langsung berhadap-hadapan hanya membutuhkan saluran udara sebagai perantara.
selain itu apa?
noise?
Gangguan biasanya datang dari luar ketika ada yang menginterupsi proses komunikasi itu sendiri. Entah itu bunyi-bunyi an lain atau kendala teknis ketika proses komunikasi dilakukan melalui perantara saluran lain seperti telepon misalnya.
Tapi lagi-lagi kita sedang bicara komunikasi langsung- face to face.
Jadi, darimana datangnya sumber ketidaktimbulan saling pengertian diantara dua orang yang berbicara tentang suatu hal? Kenapa tidak terciptanya satu kesimpulan akan suatu keputusan dapat dilakukan oleh si proses komunikasi yang konon katanya jalan untuk membicarakan semua hal?
emosi.
Kali ini mungkin sudut keilmuan yang digunakan bukan ilmu komunikasi lagi melainkan ilmu psikologi.
Comments