Skip to main content

we cannot (not) communicate?

Bahasa diciptakan untuk membuat proses komunikasi dari satu sumber ke lawan bicaranya menjadi mudah.
Bahasa yang sama lebih memudahkan dua orang ketika berbicara, menyampaikan pesan, memberi pengertian, menyamakan persepsi. Seharusnya bahasa yang sama berfungsi seperti itu.

Jadi, ketika dua orang bicara dengan bahasa yang sama, tapi tidak timbul pengertian diantara keduanya, kemana fungsi bahasa?

Ya, kalau dalam proses komunikasi ada banyak faktor tidak timbulnya persepsi yang sama diantara komunikator dan komunikan. Salah satunya channel atau media/saluran yang digunakan dapat menghambat proses itu sendiri. Sebaik-baiknya saluran adalah udara. Bicara satu sama lain secara langsung berhadap-hadapan hanya membutuhkan saluran udara sebagai perantara.

selain itu apa?

noise? 

Gangguan biasanya datang dari luar ketika ada yang menginterupsi proses komunikasi itu sendiri. Entah itu bunyi-bunyi an lain atau kendala teknis ketika proses komunikasi dilakukan melalui perantara saluran lain seperti telepon misalnya.

Tapi lagi-lagi kita sedang bicara komunikasi langsung- face to face.

Jadi, darimana datangnya sumber ketidaktimbulan saling pengertian diantara dua orang yang berbicara tentang suatu hal? Kenapa tidak terciptanya satu kesimpulan akan suatu keputusan dapat dilakukan oleh si proses komunikasi yang konon katanya jalan untuk membicarakan semua hal?

emosi. 

Kali ini mungkin sudut keilmuan yang digunakan bukan ilmu komunikasi lagi melainkan ilmu psikologi. 

Comments

Popular posts from this blog

Crap

Kamu cinta dia? Iya. Kamu mau hidup sama-sama dia terus? Mau. Kamu yakin dia bisa bikin kamu bahagia? Ya. Kamu yakin dia mau menjalani hal yang sama seperti kamu? Tidak tahu. Kamu yakin perasaan dia sama kuatnya dengan yang kamu punya? Tidak. Lalu kamu berpegangan sama apa? Tidak tahu. Kadang jatuh cinta dan menjalani hidup bersama-sama seseorang itu dua hal yang berbeda dan tidak bisa berjalan beriringan. Oh crap. Yess. Life is a bunch of crap.

yess, it's dufan beybeh!

wohh such a busy days coming my way these month.. Padahal dari kemarin pingin banget nulis cerita ini. Singkat kata, jadi akik punya teman yang mana bernama Boni sudah hampir seperempat abad hidup di dunia ini tapi belum pernah ke ... DUFAN! yess, dufan beybeh! Anyhow,  karena beliau berasal dari luar daerah yang jauh dari endonesah sodara2... (read : Madiun), jadilah beliau ini belum pernah menapakkan kaki di dunia fantasi kebanggan milik masyarakat Jakarta itu.  Entah mungkin karena belum sempat, tidak ada yang mengajak, kurang duit karena anak rantau, gengsi atau justru karena rasa nasionalismenya kurang, beliau lebih memilih bertandang ke USS terlebih dahulu. Sayang sekali. Masih ada anak muda seperti beliau yang seharusnya bangga akan produk bangsa sendiri. Jangan ditiru ya.  *prihatin* Beruntunglah Boni karena ia punya teman yang sudah baik, cantik dan tidak sombong lagi... (silahkan kalau mau muntah bak sampah di sebelah kanan). Temannya ini s...

Turning 25

I'm blessed. Because i have so many and see everything. I've been traveling that much, i've so many experiences, i met a lot of people, i feel so many culture, food, challenge, view, atmospher, i had so many things in my life to thankful for.  At the beginning you'd wish for everything. You wish for a great life, perfect house, cool vehicle, best opportunities. As i through this year, in the end, everything that i could thank for is i had so many problem which makes me more mature, tough, strong, and grown as a human being. i dont have that perfect life, i (still) not getting married, i had the up-side down mental problem, sometimes i mess up. But that what you should do in your life, get messed up. And then you can learn. Anehnya, setelah sebelumnya takut dan deg-degan menjelang usia ini, ketika harinya tiba saya merasa sangaat bersyukur. Bersyukur punya keluarga yang lengkap dan menyayangi, bersyukur punya teman-teman yang baik hati, bersyukur punya peker...