Skip to main content

How we end up like this?

Pops!

Pertanyaan itu muncul tiba-tiba dalam perjalanan ke kantor pagi ini. Ada banyak hal yang berubah dengan tidak semestinya. Atau berubah tapi kita tidak menyadari. Sekalinya sadar, we didn't even realized dan hanya bisa wondering, koq bisa? Gimana tadinya?

Same as mine.
Banyak hal yang tanpa dirasa udah berubah. Dan dengan usaha seadanya saya cuma bisa mengingat-ingat bagian dimana kapan itu MULAI berubah dan SEJAUHMANA sekarang hal itu sudah berubah.

Seperti relasi kita dengan orang-orang misalnya,
Did you even thought some people who used to be exist in your life, now even where she/he is breathing we hell dont have any clue.

i know its hard to remember the people who used to be our "oxygen-mate". But i cant stop wondering. Bagaimana bisa orang yang tadinya begitu dekat misalnya, sekarang kayak orang asing. Atau bahkan sebaliknya, bagaimana bisa orang yang sebelumnya kita gak mau tahu apalagi kenal, justru sekarang jadi orang yang berpengaruh banget terhadap karir kita. 

Begitu banyak hubungan antar manusia yang membingungkan. Hubungan yang melibatkan kita sebagai manusia, menggunakan perasaan untuk menentukan apakah kita suka, benci, kenal, penasaran, bergantung, masa bodo, peduli, dan lain-lain.

Begitu banyak hubungan saya dengan manusia lain yang kalau dipikir-pikir sekarang semakin jauh, atau justru semakin dekat. Contohnya..

Dulu dekat banget dan menjurus ke bergantung sama dosen pembimbing skripsi, tapi begitu urusan kelar, lulus, beliau masih sehat atau nggak saya gak tahu, atau (gak mau tahu?)

Dulu banyak banget teman-teman kosan semasa kuliah yang udah kaya saudara sendiri, sharing tears and joy, talk about everything. Sekarang? Orang-orangnya sih masih ada, kabarnya kita tahu, tapi masihkah saya sering cerita masalah hidup sama mereka?Nope. Kami udah kaya hidup di planet yang berbeda. 

Dulu (ehem), se'rasa' banget sama mantan pacar, like we rule the world deh, that wasn't my life, but OUR life. But now? i couldn't barely 'nganga' tiap mikir emang dulu kita kayak gimana sih koq bisa selama itu sama-sama. *eeaa curhat terselubung*

Dulu teman yang sering jadi 'tempat sampah' cerita-cerita saya sekarang, adalah orang yang cuma saya kenal lewat jejaring friendster. Siapa dia? Dulunya 'cuma' teman SMP. Sekarang, tiap ada 'sampah' sedikit langsung inginnya 'dibuang' ke dia. Hihi :)))

See how this life works?

Relasi hubungan kita dengan orang lain bisa berubah sewaktu-waktu. Kadang ada yang semakin baik, ada yang semakin buruk dan membuat kita berpikir : 

So how we end up like this?
 
Ada teori dari Ferdinand Tonnies (sosiolog Jerman) yang menyatakan kalau manusia dalam bermasyarakat mempunyai dua jenis pergaulan : Gemeinscaft, hal yang dialami oleh orang lain dirasakan sebagaimana terjadi pada dirinya olek karena pergaulannya yang sangat akrab. Sifatnya statis, pribadi, tidak rasional. Teori itu mungkin berlaku ketika kita membina hubungan/relasi dengan seesorang berdasarkan kondisi/ situasi kita. Kayak contoh saya tadi, karena kondisi saya ketika tahun keempat mengharuskan saya untuk lulus kuliah, maka proses-proses yang mendasari saya menuju kesana harus mendukung. Salah satunya dengan mendorong relasi saya dengan si dosen pembimbing tadi. Perilaku saya secara sadar membina hubungan yang baik ke arah sana. 

Dan kedua, kata si Tonnies, pergaulan yang kedua Gessellscaft, pergaulan yang mempertimbangkan untung dan ruginya sehingga anggota bebas keluar masuk dari kelompok tersebut. Nah ini kasusnya ketika saya mengeliminasi baik sadar maupun gak sadar, orang-orang yang baik itu karena keadaan (dibuat atau tidak oleh saya) atau kebutuhan saya pada saat itu tidak mendukung tujuan hidup saya. Seringnya sih, karena keadaan dimana bukan saya yang membuatnya. Seperti misalnya, dulu saya rajin banget berhubungan dengan sekelompok orang yang punya minat sama terhadap aliran musik tertentu. Sekarang, setelah bosan dengan aliran musik itu saya secara sadar gak rajin lagi 'bergaul' dengan komunitas tersebut.

Kita bisa bertemu dengan berbagai macam orang dalam hidup kita, dengan tingkat hubungan dan kedekatan yang berbeda-beda. Dan yang membedakan adalah cara kita memperlakukan mereka.

So my point is, be nice to everyone. Remember not to be rude, atau bersikap seenaknya sama orang yang gak kita kenal sekalipun. Because someday, somehow, maybe our life depens on them.

Comments

Popular posts from this blog

Crap

Kamu cinta dia? Iya. Kamu mau hidup sama-sama dia terus? Mau. Kamu yakin dia bisa bikin kamu bahagia? Ya. Kamu yakin dia mau menjalani hal yang sama seperti kamu? Tidak tahu. Kamu yakin perasaan dia sama kuatnya dengan yang kamu punya? Tidak. Lalu kamu berpegangan sama apa? Tidak tahu. Kadang jatuh cinta dan menjalani hidup bersama-sama seseorang itu dua hal yang berbeda dan tidak bisa berjalan beriringan. Oh crap. Yess. Life is a bunch of crap.

yess, it's dufan beybeh!

wohh such a busy days coming my way these month.. Padahal dari kemarin pingin banget nulis cerita ini. Singkat kata, jadi akik punya teman yang mana bernama Boni sudah hampir seperempat abad hidup di dunia ini tapi belum pernah ke ... DUFAN! yess, dufan beybeh! Anyhow,  karena beliau berasal dari luar daerah yang jauh dari endonesah sodara2... (read : Madiun), jadilah beliau ini belum pernah menapakkan kaki di dunia fantasi kebanggan milik masyarakat Jakarta itu.  Entah mungkin karena belum sempat, tidak ada yang mengajak, kurang duit karena anak rantau, gengsi atau justru karena rasa nasionalismenya kurang, beliau lebih memilih bertandang ke USS terlebih dahulu. Sayang sekali. Masih ada anak muda seperti beliau yang seharusnya bangga akan produk bangsa sendiri. Jangan ditiru ya.  *prihatin* Beruntunglah Boni karena ia punya teman yang sudah baik, cantik dan tidak sombong lagi... (silahkan kalau mau muntah bak sampah di sebelah kanan). Temannya ini s...

Turning 25

I'm blessed. Because i have so many and see everything. I've been traveling that much, i've so many experiences, i met a lot of people, i feel so many culture, food, challenge, view, atmospher, i had so many things in my life to thankful for.  At the beginning you'd wish for everything. You wish for a great life, perfect house, cool vehicle, best opportunities. As i through this year, in the end, everything that i could thank for is i had so many problem which makes me more mature, tough, strong, and grown as a human being. i dont have that perfect life, i (still) not getting married, i had the up-side down mental problem, sometimes i mess up. But that what you should do in your life, get messed up. And then you can learn. Anehnya, setelah sebelumnya takut dan deg-degan menjelang usia ini, ketika harinya tiba saya merasa sangaat bersyukur. Bersyukur punya keluarga yang lengkap dan menyayangi, bersyukur punya teman-teman yang baik hati, bersyukur punya peker...