Skip to main content

we're back together, and she's getting married! :D

" If two people were meant to be together, eventually they will find their way back"

No. Gue bukan balikan sama mantan pacar. Jangan tertipu dengan kalimat diatas. *apeu*

Okey, here's the story. Gue udah berbulan-bulan benar-benar gak saling kontak, saling nanya kabar, saling nyapa melalui bentuk media apapun, bahkan lebaran pun gak maaf-maafan sama sahabat gue dari jaman gue masih pake kaos kaki panjang sebelah (baca: jaman masih cupu banget). Tapi tiba-tiba kemarin, sahabat gue yang mana bernama Tika datang ke rumah dengan membawa undangan pernikahan. (kayak sinetron yee bo). Tapi memang seperti itulah kejadiannya. 

Jadi gini, tujuh bulan yang lalu, gue ceritanya berantem berat sama Tika karena suatu sebab (yang klise banget). Dari situ gue sedih sekali, karena kita udah sahabatan selama sepuluh tahun dan tiba-tiba karena masalah sepele itu jadi kayak orang gak kenal sama sekali. I begin not trusting every girl friend i have around. Dan memilih lebih banyak berteman dan bergaul dengan teman-teman cowo. Yess, gue pernah tidak merasa percaya lagi dengan teman cewe. Gue pernah seapatis itu dengan bersikap tertutup dan gak mau ribet dengan tetek bengek cewe. Gue bersikap ramah, ngobrol, becanda, do talk about girl stuff, gossiping, but still i couldn't trust anymore. That friendship really did exist. Bukan karena masalah yang sedang gue hadapi pada saat itu. Tapi karena gue mulai gak percaya sama diri gue sendiri kalau gue bisa jadi sahabat yang baik lagi untuk orang lain. Karena gue gak yakin akan kemampuan gue mempertahankan persahabatan. Karena gue punya ketakutan bahwa sahabat gue itu would someday in any possible way hate me accidentally because of ME, MYSELF. Maka secara gak sadar gue pun membangun tembok itu. It might sound too much, but it did happen AT THAT TIME.

Bicara punya bicara, as i know we've both under the same Sagittarius sign, which is sama keras kepalanya, sama gak mau mengalahnya, sama gengsinya. Fyi, tanggal lahir gue sama Tika cuma beda satu hari. Cuma sekarang dia lebih beruntung aja karena berhasil nikah duluan (HAHAHA IYA GUE TAU INI GAK NYAMBUNG). Jadilah selama masa gencatan senjata itu gak ada yang mau inisiatif dan penuh sukarela mengajak baikan duluan. 

Tapi, gue sempat bilang begini ke seseorang : "Gue tahu walaupun kita sekarang kayak begini, gue yakin ntar juga kalo gue ketemu muka sama dia (Tika) paling kita cengar cengir. This is just about the time aja. Ntar juga ada waktunya. Kalo perlu ntar gue dateng deh tuh bawa boneka winnie the pooh ke rumahnya. Tenang..."

Apakah gue dateng? Enggak. Undangan pernikahan Tika duluan yang keburu datang. Bahahahahak. *teman macam apa* *disambit si Tikong*

Dan waktu dia datang bawa undangan, gue yang sedang dalam level mengenaskan (baca : belum mandi, bau, abis lari pagi, keringetan, cuma pake celana pendek dan kaos butut buat lari) terbengong-bengong. Gue gak mikir apa-apa. All i knew, i just came to hug her and cengengesan. And i said i miss her damn much. 

Done. We made it. Gak ada itu adegan teriak-teriak marah-marah jambak-jambakan berlinangan air mata segalon kayak di sinetron.

Gue gak mikir mau mengklarifikasi semua yang udah terjadi, mengoreksi mana yang salah, mana yang bukan salah gue, mana yang seharusnya kita berdua lakukan dari awal, mana yang mau gue konfirmasi, nope. I'm just glad that she came. And it's all  that matter.  And all i wanna know only about her wedding. Because i'm too happy! I'm too excited. This is my bestfriend wedding. She's gonna married in a few weeks!

Why am i so excited? Because we grew up together. Menghabiskan masa-masa abege cupu sama-sama. Meniup liling ulang tahun yang ke 17 sama-sama. Dimarahin guru sama-sama. dimarahin orang tua masing-masing sama-sama, berandai-andai sama-sama, dibilang lesbian sama-sama (anjis!hello everyone... if we dont have boyfriend for too long at the same time that doesn't mean we're lesbian anywaaay!), punya visi misi yang sama dalam mengemban tugas ngerjain orang (gue selalu ingat gimana kami naik ke atab kubah sekolah terus manggil-manggil cowo-cowo kece dari situ, kemudian ngumpet dan menyisakan cowo-cowo itu kebingungan, gimana kami waktu kelas 3 malakin adek-adek kelas dikantin dengan muka melas dan bilang "kami belum sarapan maka kasihanilah", gimana kami niat banget bikin tantangan 30 Days Looking For Love, gimana gue pernah hampir kehilangan nyawa (lebay version) karena si Tika nekat nganterin gue pulang pake motor dan hasilnya nabrak tukang ojek di selokan, gimana kami sering naroh sisa-sisa selotip dihidung supaya itu nampak seperti upil dan orang-orang yang melihatnya langsung ilfil seumur hidup dan gimana-gimana lainnya). Kalau salah satu dari kami gak ada, orang-orang pasti nanya Tikong, mana tongky? Tongky, mana tikong? That's happen all the time.

And now SHE'S GETTING MARRIED. Eh belum ya, baru AKAN MENIKAH. :D

How happy i am to know that :)

You mean a lot to me and on those special day of your life, I would like to pray God to fullfill all your dreams and wishes. You two are one of the best couples, may God grant you a happy married life. Wishing you the joy and happiness that you both deserve. You'll become a great wife and soon an amazing mother  for your child. 
 i am so glad that eventually we're back together, here on the right track. We don't need that kind of drama anymore. Better like this Tikong! So much better....
And now i'm practically learn, that no matter how strange it might be, kalau sesuatu sudah seperti seharusnya begitu, ya bakal begitu lagi akhirnya.  *maksudnyee* Yah begitulah. 

Eka, Tika, Ayu, jaman Jahiliyah :))
remember when we used to talk and cry di tempat nista bernama PIZZA HUT 


pasangan yang berbahagia..Dea&TIka. HAPPY FOR BOTH OF YOUUU :*
OH MY. KENAPA FOTO INI MESTI ADA??? -___-
PS : sekarang gue lagi bingung nyari kostum warna hijau melon or silver dan salon yang super kece untuk ke kondangan. Kali aja ada yang mau langsung nikahin gue disitu. :))) *toyor kepala sendiri*

Comments

Popular posts from this blog

Crap

Kamu cinta dia? Iya. Kamu mau hidup sama-sama dia terus? Mau. Kamu yakin dia bisa bikin kamu bahagia? Ya. Kamu yakin dia mau menjalani hal yang sama seperti kamu? Tidak tahu. Kamu yakin perasaan dia sama kuatnya dengan yang kamu punya? Tidak. Lalu kamu berpegangan sama apa? Tidak tahu. Kadang jatuh cinta dan menjalani hidup bersama-sama seseorang itu dua hal yang berbeda dan tidak bisa berjalan beriringan. Oh crap. Yess. Life is a bunch of crap.

yess, it's dufan beybeh!

wohh such a busy days coming my way these month.. Padahal dari kemarin pingin banget nulis cerita ini. Singkat kata, jadi akik punya teman yang mana bernama Boni sudah hampir seperempat abad hidup di dunia ini tapi belum pernah ke ... DUFAN! yess, dufan beybeh! Anyhow,  karena beliau berasal dari luar daerah yang jauh dari endonesah sodara2... (read : Madiun), jadilah beliau ini belum pernah menapakkan kaki di dunia fantasi kebanggan milik masyarakat Jakarta itu.  Entah mungkin karena belum sempat, tidak ada yang mengajak, kurang duit karena anak rantau, gengsi atau justru karena rasa nasionalismenya kurang, beliau lebih memilih bertandang ke USS terlebih dahulu. Sayang sekali. Masih ada anak muda seperti beliau yang seharusnya bangga akan produk bangsa sendiri. Jangan ditiru ya.  *prihatin* Beruntunglah Boni karena ia punya teman yang sudah baik, cantik dan tidak sombong lagi... (silahkan kalau mau muntah bak sampah di sebelah kanan). Temannya ini s...

Turning 25

I'm blessed. Because i have so many and see everything. I've been traveling that much, i've so many experiences, i met a lot of people, i feel so many culture, food, challenge, view, atmospher, i had so many things in my life to thankful for.  At the beginning you'd wish for everything. You wish for a great life, perfect house, cool vehicle, best opportunities. As i through this year, in the end, everything that i could thank for is i had so many problem which makes me more mature, tough, strong, and grown as a human being. i dont have that perfect life, i (still) not getting married, i had the up-side down mental problem, sometimes i mess up. But that what you should do in your life, get messed up. And then you can learn. Anehnya, setelah sebelumnya takut dan deg-degan menjelang usia ini, ketika harinya tiba saya merasa sangaat bersyukur. Bersyukur punya keluarga yang lengkap dan menyayangi, bersyukur punya teman-teman yang baik hati, bersyukur punya peker...