Look for the girl with the broken smile
Ask her if she wants to stay awhile
Ask her if she wants to stay awhile
Katanya orang bisa sampai mati kalau patah hati. Serem ya. Artikel nya bisa dibaca disini
I wonder ada gak diantara kita yang belum pernah patah hati? Atau minimal sakit hati deh. I bet everyone does. Tapi sadar gak sih, perkara patah hati itu bisa kita tertawakan ratusan hari kemudian.
Apakah gue pernah patah hati? Yap, many times. HAHAHA.
Nangis ngumpet-ngumpet di toilet sekolah? Udah pernah
Curhat semalem suntuk sama sahabat? Done
Nulis panjang lebar di diary? Checked
Males makan? Males ngapa-ngapain? Banget
Gak punya semangat beraktifitas? Ya menurut looo.
Sleepless and sleepover both at the same time? Yessss beybi.
Patah hati pertama waktu jaman sekolah kelas 1 SMA. Jadi ceritanya gue naksir berat sama kakak senior di sekolah. Dari ajang penaksiran itu (kayak mau beli emas!), justru gue jadi dekat banget sama sahabat gue si Tika. Dia dengan sukarela membantu gue jatuh bangun mendekati si kakak senior. Bagaimanakah caranya? Di sekolah dulu dia termasuk salah satu orang yang udah punya handphone (sementara gue baru punya handphone kelas 3 SMA). Dan si kakak senior ini tentu saja udah punya pula. Bermodalkan nekat kami misscall-misscall dan sms2 lucu si senior. Dibales? Oh tentu. Tapi dia gak pernah tau siapa yang ngirim alias anonim. -______-
Selama masa-masa tahun pertama SMA itu jadilah gue sangat mengidolakan beliau ini. Lalu singkat cerita, disalah satu acara sekolah gue pun tau ternyata dia naksir adik kelas yang lain dan bukan gue. Maka patah hatilah gue. Pulang ke rumah, kunci pintu kamar, nyalain radio sekenceng-kencengnya, kemudian nangis se ember. Hahaha. Disuruh makan gak mau, mata sembab, bengong di kamar menatap nanar keluar jendela . Yeah, i was that pathetic. Gue pikir dari situ gue akan trauma untuk menaksir orang lagi. Jadi ceritanya patah hati itu terjadi karena cintanya bertepuk sebelah tangan. Ngehek banget yak. Padahal dia tau gue naksir aja enggak. Hahaha. Ya maklumlah itu mind-theatre anak umur 15 taun. Dan saat itu belum ada facebook, jadi gue tidak bisa curcol di media seperti itu, yang mana lazim dilakukan anak jaman sekarang. Hihihik.
Kasus yang sama kemudian terjadi lagi setahun kemudian.
(booook koq ya jadi orang nasibnya bertepuk sebelah tangan muluu *mikir*).
Kali ini dengan teman seangkatan. Pada waktu itu, masih dengan dibantu Tika, gue berusaha mencuri perhatian dese dengan bertingkah ajaib alias mengisengi dia all the time. Berhasil gak? Enggak, yang ada dia pikir gue gila. Sampai kelas 3 gue masih setia dengan metode anonimisme dan naksir diam-diam itu. Lalu, kembali terjadi saudara-saudara, dia mendadak punya pacar yang mana teman sekelas gue sendiri. *pukpuk myself* Tapi memang experience is the best teacher, patah hati kali ini gue lebih banyak nerima dan pasrah. I mean, yasudahlah yaaa i choose to move on quickly. Malah cenderung terlalu bersemangat mencari pengganti. Karena saat itu gue dan Tika sudah mulai dibilang pasangan lesbi.
Itu masih cerita tentang cinta bertepuk sebelah tangan. hoekk. But that wasn't my jackpot broken hearted. Episode patah hati beneran dimana gue udah berada dalam suatu hubungan stabil lalu kemudian putus, terjadi beberapa tahun belakangan ini. Well, kalau anda sudah bersama seseorang selama bertahun-tahun, hitunglah 5 years and then you knew you've to broke up, what would you felt?
Episode patah hati ketika gue harus deal dengan fase putus-nyambung-putus-nyambung tak berkesudahan. Hubungan yang berakhir karena dua - duanya udah menyerah dan berhenti berusaha. Atau satu sama lain berpikir pasangannya yang menyerah. Pada masa itu hubungan kerasa seperti devil's circle alias lingkaran setan. Muter-muter disitu aja dan ujungnya, you just knew there's nothing you could do. Baru kerasa mungkin itu yang namanya gak jodoh. Sekuat apapun kita berusaha, kalau Tuhan bilang "bukan dia" ya bukan. Rasanya kayak tenaga lo udah habis untuk tetap tinggal atau lari. Jadi ya diam ditempat aja, tapi mati rasa kayak zombie.
Deskripsinya gak jelas ya? Memang. Kayak begitu itu rasanya, acak-acakan.
But apparently, i move on.
Terlalu sering patah hati mengajarkan lo rumus untuk lari. Tiap orang pasti macam-macam caranya. Mine? Habisin dulu itu semua keterpurukan akibat patah hati. Nangis berminggu-minggu kalau mau tidur, stalkingin socmed si ex, membela diri dengan menjelek-jelekan dia, males beraktifitas, pokoknya semua dampak negatif itu dijalanin. Karena memang itu bagian dimana otak lo memerintahkan bekerja seperti itu. Don't avoid it. Lama-lama juga berasa capeknya, yang artinya disitu semua racun udah dikeluarkan. Then i get along with friends, families, make myself as happy as i can. Do whatever i like. Talk to someone who make me laugh. Try to be more positive. Terus apakah patah hatinya sembuh begitu aja? No sweetie. Time heals. And then you'll laugh about it someday.
Deskripsinya gak jelas ya? Memang. Kayak begitu itu rasanya, acak-acakan.
But apparently, i move on.
Terlalu sering patah hati mengajarkan lo rumus untuk lari. Tiap orang pasti macam-macam caranya. Mine? Habisin dulu itu semua keterpurukan akibat patah hati. Nangis berminggu-minggu kalau mau tidur, stalkingin socmed si ex, membela diri dengan menjelek-jelekan dia, males beraktifitas, pokoknya semua dampak negatif itu dijalanin. Karena memang itu bagian dimana otak lo memerintahkan bekerja seperti itu. Don't avoid it. Lama-lama juga berasa capeknya, yang artinya disitu semua racun udah dikeluarkan. Then i get along with friends, families, make myself as happy as i can. Do whatever i like. Talk to someone who make me laugh. Try to be more positive. Terus apakah patah hatinya sembuh begitu aja? No sweetie. Time heals. And then you'll laugh about it someday.
Ceritanya selesai sampai disini? Not yet buddy.
Dan sekarang pun gue lagi patah hati. Dengan orang dari masa lalu, ketika bertahun-tahun kemudian kami ketemu lagi dalam keadaan yang jauh berbeda. Dan diberi kesempatan untuk mencoba untuk kali ini serius dan bukan hanya sekedar mengisengi satu sama lain, tapi lalu berkali-kali pula gagal.
No, gak akan gue ceritain saat ini. Karena perkara patah hati yang ini belum lewat, belum bisa gue ketawain.
Mungkin nanti, 5 tahun ke depan, i'm gonna laugh at this one too, later ya. :)
Yang jelas, orang rela patah hati dan susah payah untuk move on karena semata-mata punya keyakinan. Suatu hari mereka akan menemukan orang yang paling tepat. Mungkin gak sekarang, tapi nanti. Suatu hari yang namanya jatuh cinta terus bahagia itu ada. *tsaaahhh* Suatu hari mereka akan percaya kalau cinta itu harusnya bikin bahagia, bukan sedih atau nelangsa.
i took this quote from one of my fav blog writter :
"Karena hubungan yang baik adalah yang bikin
dua manusia jadi lebih baik dan saling melengkapi, bukan justru
menghancurkan diri sendiri."

Comments