Skip to main content

Bromo di Ujung November!

One of my bucket list akhirnya tercoret :  foto dengan latar belakang gunung Bromo! yeay! #bucketlist nya so lame. Hehe. Sebagai orang Indonesia asli kayaknya ada yang kurang kalau kita belum pernah kesana. Maka dengan persiapan alakadarnya ditengah tugas kantor yang bejibun gue dan seorang sahabat, sebut saja namanya bonbin, pada November 2012 berangkat pergi ke sana. Saking gak tau nya persiapan apa aja yang harus dilakukan, setiap orang yang nanya bingung : ayu bener mau kesana? nanti tidur dimana? naik apa? yakin yu? Yaelaah. Udah kaya mau naik haji bang!

Okey, lanjouut. Berangkatlah kami naik pesawat citilink jurusan Surabaya. Kenapa surabaya? Karena temannya bonbin yang akan ikut menemani kami kesana, sekaligus gue juga numpang nginep disana. *Heheu nyusahin* Matur nuwun sanget Bang Juned, Mba Diah dan Mas Daniel... :))

Anyway, by the way, oh God Surabaya just like neraka bocor. Panasnya masya Allah.. my face turning into kepiting rebus when i was there. *buru2 beli krim walet

Singkat kata berangkatlah kami menuju Bromo. Dari Surabaya menuju kawasan gunung Bromo membutuhkan waktu kira-kira 4,5 jam. Sampai sana kami langsung istirahat, makan dan berencana mulai naik untuk liat sunrise dini harinya di Puncak Penanjakan. Jam 02.00 pagi kami berangkat dengan memutuskan gak memakai angkutan mobil jeep. Which is mean kami harus jalan sedikit lebih jauh. Ternyata keputusan kami itu benar, karena pada saat kami naik para penumpang yang menggunakan jeep pun harus dturunkan ditempat yang lebih rendah dikarenakan salah satu jeep terjebak ditengah-tengah jalan. Yeaaay! #SenangLiatOrangSusah #SusahLiatOrangSenang

Boook, mungkin karna udah jarang olahraga,  track yang cuma sekitar 2 km aja berasa banget ngos-ngosannya! Belum lagi eke musti balapan sama kuda-kuda yang berebut jalan keatas juga. Kuda-kuda ini senang banget bikin surprise. Lagi enak-enak jalan tu kuda tau-tau muncul didepan muka, dibelakang, atau disamping! Horor banget kan. Berhubung gelap dan kita lebih konsen jalan mendaki, kita jadi gak bisa bikin strategi untuk menghadapi kuda-kuda itu. *apa sih*

Karena udah bertekad pingin banget liat sunrise diatas Bromo dan berharap ketemu mas-mas bule single, ganteng, dan layak didaki (IKIOPO), akhirnya gue nyampe juga. And the sunrise was beautifuuuuul. Oh,  but honeslt, i dont really amaze by the sunrise. I suprisingly amaze by the stars in the Bromo's sky that night. A million stars! and all of it soooo beautiful. Memanjakan mata banget. Seolah-olah diatas kepala gak ada atap lagi, cuma langit yang isinya bintang-bintang itu. Rasanya pingin dibawa pulang terus ditaroh diatas langit-langit kamar, jadi setiap kali mau tidur, i can see that stars. I even couldn't find any words to describe how wonderful it is...

Kami lumayan lama ngabisin waktu menikmati sunrise diatas sana. Well, menikmati sunrisenya sekitar 10 menit, kemudian sisa waktu lainnya dipakai buat foto-foto sampe puas! :D Ya abis udah jauh-jauh kesitu gak mungkin donk gak ngabisin memori! Hahahaaa.... Tips dari gue, ketika udah nemuin spot yang bagus buat ambil foto, usahakan jangan beranjak jauh-jauh dari tempat tersebut. Apalagi kalau yang naik rame banget dan semua pada rebutan mau foto. #TurisEgois. Pokoknya, sebisa mungkin jagain terus spot oke itu. #TurisPosesif













Nah setelah puas liat sunrise ( baca: foto-foto sampe muka lecek), kami pun turun dan makan. Makanan disana biasa aja siih, gak ada hidangan khas yang jadi andalan kecuali indomie. Perut udah kenyang, kami pun berangkat lagi menuju kawah Bromo. Untuk kesana, kami butuh kendaraan khusus (jeep) yang bisa jalan ditrack padang pasir. Bang Juned, dengan gagah berani menyarankan kami untuk jalan kaki aja. Ternyata oh ternyata... tracknya jauh aja coooy! Kami pun melengos dan nyerah, mari ngojek aja jeng! Ojek dari pos depan sampai tempat pendakian yang gak bisa dilalui motor cukup bayar Rp. 30.000, itu udah bolak balik. Si mamang ojek akan dengan baik hati menunggu kita turun dari kawah berapa lama pun itu. Tapi ingat, jangan lupa muka si mamang dan motor yang kita sewa karena disana semua ojek seakan serupa tapi tak sama. 

ini gue lg ngojek..posenya ga enak diliat ya -____-
Jalan menuju kawah itu tracknya pasir, jadi siap-siap aja pakai masker, yang mana gue sendiri pun lupa, baru pake pas udah selesai nyampe bawah lagi ... -____-
Selain itu, jalan nanjaknya naudzubillaaah... beratnya... Mungkin karena medannya pasir jadi langkah kaki berasa berat banget. Ini sekilas adegan yang terjadi sepanjang jalan ..

Gue       : "Aduh koq kayanya jauh banget ya jalan ke atasnya. Ayooo semangat semuanya!! kita pasti bisa!

5 menit kemudian.......

 Gue      : "capeeek :( kita istirahat dulu aja ya.. "

dan adegan tersebut berlangsung setiap 10 menit berikutnya. -_____-
Bener deh itu yang namanya pegel kaki baru berapa langkah udah nyeri dan nyut-nyutan. Kayaknya kebanyakan berhentinya daripada jalan. Dan lagi-lagi disini gue bersaing dengan para kuda yang juga naik ke atas. Sembari menatap nanar pada para penumpang yang naik kuda gue berkata dalam hati : Ayo Ayu, lo pasti bisa. Lo gak butuh kuda-kuda itu. Lo cuma butuh dua kaki. Lagian supaya irit, daripada bayar kuda, lumayan uangnya buat nyalon abis ini... #salahmotivasi

Eh sepanjang jalan ini juga banyak spot yang bagus buat foto-foto. Relief tebing pasir alami yang keren karena terbentuk dari kikisan angin. DON'T MISS IT! jadi ya, mau kaki segemetar apapun, muka selecek apapun, when it come to take a photo, SO TAKE A POSE!!





Nah setelah ngos-ngosan mengarungi jalanan pasir-pasir jahanam itu, gw pikir tracknya udah berakhir dan sampailah kita pada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan kami ke depan pintu gerbang kemerdakaan alias kawah Bromo. Ternyata, belum ciiiiin. Medan didepan sekarang adalah anak tangga yang gak ngerti ada berapa banyaknya. Tinggi banget. OH MY GOD. PLIS GENDONG AKU MAS CHANNING TATUM! Katanya anak tangga itu jumlahnya sekitar 300-500 buah. Dan sampe sini udah gak bisa pakai kuda lagi. Jadi yang mau langsing sekaligus get tanned, mendingan coba deh main-main ke kawah Bromo. -____-"  


ini dia penderitaan yang harus dilalui ...




bayangkan jika si Mas Channing bisa gendong sampe atas..#stress
Tapi itu semua kebayar sih sesampainya di puncak kawah. Kalau melihat ke bawah, terlihat hamparan lautan pasir dengan pura di tengah-tengahnya, pemandangannya luar biasa.  Tapi jarak antara tepian kawah dengan kawah cukup sempit dan hanya dibatasi dengan pagar kayu yang sebenarnya bikin deg-degan juga. Kalau tiba-tiba nyemplung gak tau deh bisa balik lagi apa gak. Boni bahkan sangat meminimalisir gerakannya selama dipuncak kawah. Entah karena phobia ketinggiannya atau dia takut kebawa angin, gak ngerti juga deh.  Oh ya,  selain pemandangan alamnya yang indah Gunung Bromo juga punya daya tarik sendiri karena tradisi masyarakat suku Tengger yang tetap berpegang teguh pada adat istiadat dan budayanya. Sayang, waktu kesana gak sempat ngobrol-ngobrol atau jalan-jalan ke pedesaannya.  

Selesai liat (dan foto-foto) di kawah, kami pun turun dan menuju Norwegian Wood. Ini nama tempat sebenarnya gak ada di peta wisata Bromo. Jadi ceritanya Bang Juned udah pernah ke tempat itu dan menamakannya kayak gitu. Padahal menurut gue sih lebih mirip New Zaeland Wood di musim semi waktu gue kesana pertengahan Maret lalu dialam mimpi.   Apapun namanya yang jelas tempatnya bagus! Cuma ada pepohonan tinggi, rumput ilalang dan pohon bawang tapi enak dipakai tidur, baca buku, dengerin musik, main UNO, pertunjukan wayang kulit, dan segala hal tidak mungkin lainnya yang tidak bisa dilakukan disana. Heheu. Aduh pokoknya kayak di film-film deh tempatnya. Gue pengen banget bisa foto pre-wedding disana... Tadinya pun berencana begitu dimana didalam frame foto cuma ada gue dan sisa satu space kosong lagi sendiri. Nanti begitu ketemu calonnya dia suruh foto di studio biasa lalu fotonya di crop ke frame tersebut. Ngahahaha MAKSA.





Sehabis dari Norwegian Wood boong-boongan itu, kami pun pulang ke villa, istirahat dan siap-siap untuk pulang. Kami kembali ke Surabaya dan pulang Minggu malam karena hari Senin udah harus nangkring lagi di kantor..  But, another stupid mistake happened. Setelah dadah-dadah dengan teman-teman Boni dan segenap insan Surabaya di airport kami pun penuh percaya diri melenggang ke counter check-in citilink. Si mbak petugas counter agak lama 'melayani' tiket kami. Setelah itu dia bilang :

"Mas, Mba ini booking code nya gak ada di list..."

Kami pikir waktu itu ada kesalahan dari sistem citilink sendiri sehingga kode booking error dan gak masuk sistem.

"Coba di cek lagi mba.. Atau coba cek namanya.."

Gak beberapa lama...

"Mas, Mba tetep gak ada juga.. Ini tiketnya tanggal 16.. sudah lewat dua hari yang lalu.."



.....kemudian ada hening yang panjang.....

(Perlu diingat waktu itu kepulangan kami seharusnya tanggal 18)

JADI KAMI SALAH BOOKING TANGGAL TIKET SODARA-SODARA!!

 DAN KAMI BARU SADAR SETELAH DIDEPAN COUNTER CHECK-IN!!! KEMANA AJA LOOOO?!! AHAHAHA.

Lalu kami bengong berjamaah. Usut punya usut, ternyata kesalahan bukan terletak pada kebodohan kami berdua tapi travel agent yang kami pakai untuk booking tiket! Sudahlah yaa, nasib :(

Perlu dicatat, saat itu adalah hari Minggu akhir dari long weekend dimana semua orang kayaknya berpergian kesana kemari dan tidak menyisakan tiket untuk kami pulang. Udah nyari-nyari sebandara gak ada tiket nganggur satupun tersisa. Beruntung akhirnya kami dapat tiket untuk keberangkatan besok paginya, Senin. Satu malam lagi di Surabaya...

MAKASIH MBAK DIAH DAN MAS DANIL YANG SUDAH MAU MENAMPUNGKU!  DAN BANG JUNED ATAS TUMPANGANNYA! DAN BONI YANG SUDAH MAU DIREPOTKAN! JANGAN KHAWATIR KALAU KE SERANG BILANG-BILANG AKU BERSEDIA MENEMANI NYARI PELET. :D

*all the photos taken by Boni and Bang Juned's camera

Comments

Popular posts from this blog

Crap

Kamu cinta dia? Iya. Kamu mau hidup sama-sama dia terus? Mau. Kamu yakin dia bisa bikin kamu bahagia? Ya. Kamu yakin dia mau menjalani hal yang sama seperti kamu? Tidak tahu. Kamu yakin perasaan dia sama kuatnya dengan yang kamu punya? Tidak. Lalu kamu berpegangan sama apa? Tidak tahu. Kadang jatuh cinta dan menjalani hidup bersama-sama seseorang itu dua hal yang berbeda dan tidak bisa berjalan beriringan. Oh crap. Yess. Life is a bunch of crap.

yess, it's dufan beybeh!

wohh such a busy days coming my way these month.. Padahal dari kemarin pingin banget nulis cerita ini. Singkat kata, jadi akik punya teman yang mana bernama Boni sudah hampir seperempat abad hidup di dunia ini tapi belum pernah ke ... DUFAN! yess, dufan beybeh! Anyhow,  karena beliau berasal dari luar daerah yang jauh dari endonesah sodara2... (read : Madiun), jadilah beliau ini belum pernah menapakkan kaki di dunia fantasi kebanggan milik masyarakat Jakarta itu.  Entah mungkin karena belum sempat, tidak ada yang mengajak, kurang duit karena anak rantau, gengsi atau justru karena rasa nasionalismenya kurang, beliau lebih memilih bertandang ke USS terlebih dahulu. Sayang sekali. Masih ada anak muda seperti beliau yang seharusnya bangga akan produk bangsa sendiri. Jangan ditiru ya.  *prihatin* Beruntunglah Boni karena ia punya teman yang sudah baik, cantik dan tidak sombong lagi... (silahkan kalau mau muntah bak sampah di sebelah kanan). Temannya ini s...

Turning 25

I'm blessed. Because i have so many and see everything. I've been traveling that much, i've so many experiences, i met a lot of people, i feel so many culture, food, challenge, view, atmospher, i had so many things in my life to thankful for.  At the beginning you'd wish for everything. You wish for a great life, perfect house, cool vehicle, best opportunities. As i through this year, in the end, everything that i could thank for is i had so many problem which makes me more mature, tough, strong, and grown as a human being. i dont have that perfect life, i (still) not getting married, i had the up-side down mental problem, sometimes i mess up. But that what you should do in your life, get messed up. And then you can learn. Anehnya, setelah sebelumnya takut dan deg-degan menjelang usia ini, ketika harinya tiba saya merasa sangaat bersyukur. Bersyukur punya keluarga yang lengkap dan menyayangi, bersyukur punya teman-teman yang baik hati, bersyukur punya peker...