Skip to main content

Family Outing - Year End Trip!

Di akhir taun atau awal taun biasanya gue dan keluarga jalan-jalan serombongan ke suatu tempat. Kegiatan ini digerakkan tentu saja tidak lain dan tidak bukan oleh kakak gue tercinta. Semenjak doi merit, kegiatan jalan-jalan ini merger menjadi dua keluarga. Keluarga gue dan keluarga kakak ipar gue. :D

Taun kemarin kita serombongan jalan-jalan ke Bali berkat voucher airlines yang berhasil dikumpulkan kakak-kakak gue ntu. Hihihi. Kita ber 10 termasuk ponakan gue Sunday dengan kursi sendiri. Tapi gue sama adik ipar kakak gue, berangkat dengan maskapai yang berbeda dikarenakan tiketnya gak cukup. *ya nasib*. Tak apa, karena ternyata kita satu pesawat dengan Ridho Rhoma. INI PENTING SODARA-SODARI

Sepanjang perjalanan Bang Ridho gak berhenti ngobrol dengan temannya. Dan tentu saja saya nguping! What else we could possibly do coba...? Sepertinya doi berangkat ke Bali hendak menghadiri pernikahan Mba Kathy Sharon. Tapi sepanjang penglihatan dan pendengaran tidak nampak kesedihan dalam aura Bang Rido. Oke sekian gosip terbasi dari saya. 

Sementara itu, di pesawat sebelah, ternyata ponakan gue yang maha rempong membuat kehebohan. Doi sepanjang perjalanan main game di screen kursinya dan ketika pesawat mau landing, itu screen kan harus dimatiin ya Ceu, eh dia gak rela. Maka bisa ditebak, dia nangis kenceng ngotot minta main GAMEEEE.  Sampe pramugarinya harus turun tangan untuk nge-cek ada apa. Pesawat yang hening kemudian heboh oleh tangisan Sunday.. Ahahaha.

Di Bali, kami sekeluaga menyewa mobil elf segede gambreng sehingga semua orang muat dalam satu kendaraan. Terus menginap di Aston Denpasar yang studio room apartment, dua kamar tidur dan ada ruang tamunya gitu, jadi lega dan sekali lagi semua orang muat dalam satu tempat! :D 


Aston Studio Room

Waktu di Kuta, rombongan sempet misah. Gue jalan bareng mamah dan adik gue ke pantai, sementara yang lainnya jalan nyari souvenir dan oleh-oleh. 

mamah : " Oh gini toh pantai Kuta..banyak bule ya Yu..."
gue         : "iya...."
mamah : " Yu, mamah mau donk itu kaya bule2.. nongkrong2 gitu, dimana ya mereka nongkrongnya?"
gue         :" Heee? Nongkrong makan maksudnya?"
mamah :" Iya, nah itu ada tukang es kelapa, banyak bulenya, kita kesitu aja..."

Maka kamipun minum es kelapa demi menuruti hasrat nyokap yang tinggi akan berada di tengah-tengah bule..

mamah  : "Yu itu bule itu makan apaan ya? rujak ya?" (dibagian ini beliau ngomong sambil nunjuk2 ke si bule dan makanannya)
gue           : "mamah, jangan ngomong depan orangnya gitu, ga enak.."
mamah   :" Lah dia kan ga akan ngerti ini koq..."
gue           : "YA TAPI KAN DIA PASTI NGERTI BAHASA TUBUH. MAMAH NGOMONG SAMBIL NUNJUK2 GITU ... BULENYA KEDERRR..."
           
Begitulah. Pesan moral dari dialog diatas adalah, berhati-hatilah jika mengajak ibu anda 'nongkrong' bareng bule. Karena hasrat emak-emak sungguh tidak bisa diprediksi.





Di akhir 2012 kemarin, kami sekeluarga pergi ke Sawarna, kawasan Pantai di Banten Selatan. Dari Serang jaraknya sekitar5 jam naik mobil pribadi. Karena ini pantai belum banyak dijamah dan letaknya jauh ke selatan, jadi track yang bakal kalian lalui kalau kesana itu sepi, berbelok-belok, kiri kanan banyak pohon sawit, dan banyak tukang duren. Maka mampirlah sebentar untuk icip-icip dikit. #tipstravel

Seru sih jadi bener-bener kerasa lagi di alam. Secara tiap hari liatnya gedung-gedung tinggi doank di kota, maka perjalanan kali ini semacam mengingat kembali untuk apa kita di dunia ini diciptakan, yakni untuk menjaga alam dan segala karunia NYA. *taeeekk* *kesambet setan kelapa sawit*

Nah setelah ngelewatin kecamatan Bayah, itu tandanya kita udah dekat sampai tujuan. Dari sini pantai udah mulai keliatan. Sama kayak pesisir pantai selatan lainnya, pantai disana ombaknya besar banget. Dan jarak jalan raya dengan bibir pantai itu dekeeeeeet banget. Jadi selama jalan suara ombak kedengeran jelas.  Kurang lebih sejam dari situ, udah keliatan kawasan pantai Sawarna. Wujudnya kaya pintu gerbang gitu, jadi mobil masuk ke dalam. Tapi, lucunya dari depan gerbang tersebut, objek wisatanya sendiri masih jauh lagi, sekitar 5 km. Disini kami udah mulai parno karena jalanannya sepi banget dan berupa jalan raya didalam bukit. Kayak hutan tapi didalamnya dibangun jalan raya khusus mobilTrack bukit ini sekitar 2 km terus mulai keliatan deh villa-villa gitu.  

Di Sawarna, jangan bayangkan ada hotel atau villa macam di Puncak. Disana, yang dimaksud villa adalah rumah warga setempat yang dijadikan penginapan. Sebagian ada sih yang khusus memang bangunan untuk villa. Bentuknya relatif, ada yang bagus, ada yang biasa aja menyerupai kos-kosan. Kemarin, harusnya kami menginap di sebuah villa namanya Saung Clara. Tempatnya bagus, bangunannya bambu-bambu gitu, pemandangan belakangnya sawah dan keliatannya adem. Eh begitu sampai sana ternyata kamarnya penuh karena pas banget mau tahun baru (padahal udah book) jadi terpaksa kami 'diungsikan' ke villa lain

Saung Clara
 

Fyi, untuk menyewa villa disana hitungannya gak dibayar per kamar per malam tapi per orang.  Jadi kalau dalam satu kamar ada 4 orang, maka yang dihitung adalah biaya per kepala. Contoh, kemarin kami sekeluarga ada 9 orang dengan menyewa dua kamar selama tiga hari. Biaya per orang adalah Rp.150.000/hari/kamar = Rp.150.000 x 9 x3 =Rp. 4.050.000,- . Biaya tersebut udah plus makan 3 kali sehari. Jadi gak usah repot-repot mikirin makan apa selama disana. Atau kalau mau repot silahkan ikut nelayan setempat nangkep ikan ke tengah laut kemudian bakar sendiri. #okesipp

Naaah terus ngapain aja selama disana? Gak ngapa-ngapain. Begitu nyampe, udah pulang lagi. ahahaha gak deng.. Di Sawarna, objek wisata itu masih alami banget. Yang dimaksud alami disini adalah belum dikelola dengan maksimal. Cocok sekali untuk para petualang karena akses ke setiap objek wisata lumayan menantang. Kebanyakan ditempuh dengan jalan kaki. Bisa sih ngojek, tapi gak seru... kecuali kalau kamu mau nyetir sendiri ojeknya sambil gendong abang ojeknya. RIBET kan.

Selama disana kami ke Pantai Putih, Pantai Tanjung Layar dan Goa Lalay. Tadinya kami juga mau menuju Pantai Lagon Pari yang katanya kaya Nusa Dua di Bali. TAPI JALANNYA AMIT-AMIT JABANG BAYIJadi ya pemirsa, jalannya itu naik turun bukit, masuk hutan, nyebrang sungai, sepanjang bibir pantai tracknya batu, belum lagi kalau pas ombak gede, kena deh.. ini bukan kiasan, ini serius lho. SUMPEH DEH. 

Berhubung kami waktu itu bawa orang tua, kasian kan mereka udah kepayahan, jadilah kami balik lagi. Oh ya tips juga untuk yang mau ke objek wisata goa Lalay (iya gue tau namanya aneh, gak sekalian aja Goa ALAY), kalau kesana jangan menjelang magrib. Karena, gelap banget men. Track goa itu bukan tanah liat kaya goa-goa pada umumnya tapi genangan air plus lumpur. Jadi licin banget dan gelap. Nah kami dengan pintarnya kesana menjelang magrib. Jadi suasananya creepy abis. Penjaganya bilang dulu pernah ada yang masuk jam 7 malem baru bisa keluar jam 10. Malah ada yang baru bisa keluar dua hari kemudian. Horor abis. Yang masuk kesana waktu itu cuma kami yang muda-muda aja.  Kami masuk sekitar 200 meter udah gitu ketakutan bubar jalan balik lagi. Cuma, kakak gue ngotot untuk nerusin perjalanan sampe ke dalem. Gue curiga dia mau bertapa buat upgrade susuk didalam sana. Setelah dilarang-larang sama suaminya plus teriakan-teriakan ketakutan kami baru deh nurut. Harga tiket masuk Goa Lalay sendiri Rp.2000,- perak.

 
Sawarna di penghujung tahun itu semacam tempat pelarian kecil karena aksesnya yang jauh dan kawasan penginapannya yang terpusat di satu tempat jadi atmosfernya kerasa banget. Orang lalu lalang, terompet dimana-mana, tenda-tenda di sepanjang pantai. Good to have been there. 

 







Comments

Popular posts from this blog

Crap

Kamu cinta dia? Iya. Kamu mau hidup sama-sama dia terus? Mau. Kamu yakin dia bisa bikin kamu bahagia? Ya. Kamu yakin dia mau menjalani hal yang sama seperti kamu? Tidak tahu. Kamu yakin perasaan dia sama kuatnya dengan yang kamu punya? Tidak. Lalu kamu berpegangan sama apa? Tidak tahu. Kadang jatuh cinta dan menjalani hidup bersama-sama seseorang itu dua hal yang berbeda dan tidak bisa berjalan beriringan. Oh crap. Yess. Life is a bunch of crap.

yess, it's dufan beybeh!

wohh such a busy days coming my way these month.. Padahal dari kemarin pingin banget nulis cerita ini. Singkat kata, jadi akik punya teman yang mana bernama Boni sudah hampir seperempat abad hidup di dunia ini tapi belum pernah ke ... DUFAN! yess, dufan beybeh! Anyhow,  karena beliau berasal dari luar daerah yang jauh dari endonesah sodara2... (read : Madiun), jadilah beliau ini belum pernah menapakkan kaki di dunia fantasi kebanggan milik masyarakat Jakarta itu.  Entah mungkin karena belum sempat, tidak ada yang mengajak, kurang duit karena anak rantau, gengsi atau justru karena rasa nasionalismenya kurang, beliau lebih memilih bertandang ke USS terlebih dahulu. Sayang sekali. Masih ada anak muda seperti beliau yang seharusnya bangga akan produk bangsa sendiri. Jangan ditiru ya.  *prihatin* Beruntunglah Boni karena ia punya teman yang sudah baik, cantik dan tidak sombong lagi... (silahkan kalau mau muntah bak sampah di sebelah kanan). Temannya ini s...

Turning 25

I'm blessed. Because i have so many and see everything. I've been traveling that much, i've so many experiences, i met a lot of people, i feel so many culture, food, challenge, view, atmospher, i had so many things in my life to thankful for.  At the beginning you'd wish for everything. You wish for a great life, perfect house, cool vehicle, best opportunities. As i through this year, in the end, everything that i could thank for is i had so many problem which makes me more mature, tough, strong, and grown as a human being. i dont have that perfect life, i (still) not getting married, i had the up-side down mental problem, sometimes i mess up. But that what you should do in your life, get messed up. And then you can learn. Anehnya, setelah sebelumnya takut dan deg-degan menjelang usia ini, ketika harinya tiba saya merasa sangaat bersyukur. Bersyukur punya keluarga yang lengkap dan menyayangi, bersyukur punya teman-teman yang baik hati, bersyukur punya peker...