Skip to main content

#PeopleAroundUs - Magic Car

Kesalahan kamu menggantungkan kebahagiaan pada seseorang itu, ketika kamu kehilangan dia, kamu jadi seperti zombie. Tapi bernafas dan punya otak waras.

It's been a while since then. But still feels like a zombie. Kemanjaan yang ditanamkan di diri sendiri tanpa sadar sudah membuat pincang sebelah kaki.

Saya 'rajin' absen mengadu dan meratap di kursi depan kendaraan suzuki sahabat saya ini. Aneh, setiap membuka pintu, duduk, menghela napas, rentetan keluhan mulai dari A sampai Z selalu keluar ketika masuk mobil dia. Semacam ada alat penghipnotis atau jampi2 dari Sukabumi. (Maklum, teman saya ini keturunan Sunda, jadi ya siapa tahu saja ajian berasal dari tanah Jampang Kulon.) Padahal, obrolan belum sampai 15 menit. Tanpa tahu siapa yang memulai, saya seakan bisa menumpahkan apa saja di kursi empuk dengan diiringi lagu-lagu yang diputar ketika itu di radio. Sembari dia menyetir, atau ketika 'ngumpet' di basement parkiran sebuah mall. 

Ketidakteraturan frekuensi bertemu tidak menghalangi kuantitas dan kualitas 'tumpahan' cerita saya. Yang saya tahu, ketika masuk, dan kami saling bertanya : how's life ? Tidak ada jeda diantara frekuensi-frekuensi yang hilang itu. 

Beberapa bulan yang lalu, ternyata sahabat saya ini menjual kendaraannya itu. Sekelebat secuil momen-momen 'bego' nangis didalam kendaraan itu, menunggu kendaraan itu datang untuk bersembunyi dari sesuatu, atau ketika kendaraan itu mengantarkan saya selamat sampai di rumah sebelum tengah malam pun muncul. 

Bukan kendaraan itu yang ajaib. Tapi sahabat saya yang dengan sudi membuat momen itu tercipta. Dengan sudi mengikuti rangkaian perjalanan love-life or career-life, atau random hal lainnya. Semoga masih ada lagi yang bisa dilakukan dengan kendaraan yang lain. Dengan cerita yang lain. 

PS : Mungkin bukan mobil itu yang punya ajian, jangan-jangan elo nya Boy... Hahahah...me miss you bestie!





Comments

Popular posts from this blog

yess, it's dufan beybeh!

wohh such a busy days coming my way these month.. Padahal dari kemarin pingin banget nulis cerita ini. Singkat kata, jadi akik punya teman yang mana bernama Boni sudah hampir seperempat abad hidup di dunia ini tapi belum pernah ke ... DUFAN! yess, dufan beybeh! Anyhow,  karena beliau berasal dari luar daerah yang jauh dari endonesah sodara2... (read : Madiun), jadilah beliau ini belum pernah menapakkan kaki di dunia fantasi kebanggan milik masyarakat Jakarta itu.  Entah mungkin karena belum sempat, tidak ada yang mengajak, kurang duit karena anak rantau, gengsi atau justru karena rasa nasionalismenya kurang, beliau lebih memilih bertandang ke USS terlebih dahulu. Sayang sekali. Masih ada anak muda seperti beliau yang seharusnya bangga akan produk bangsa sendiri. Jangan ditiru ya.  *prihatin* Beruntunglah Boni karena ia punya teman yang sudah baik, cantik dan tidak sombong lagi... (silahkan kalau mau muntah bak sampah di sebelah kanan). Temannya ini s...

Crap

Kamu cinta dia? Iya. Kamu mau hidup sama-sama dia terus? Mau. Kamu yakin dia bisa bikin kamu bahagia? Ya. Kamu yakin dia mau menjalani hal yang sama seperti kamu? Tidak tahu. Kamu yakin perasaan dia sama kuatnya dengan yang kamu punya? Tidak. Lalu kamu berpegangan sama apa? Tidak tahu. Kadang jatuh cinta dan menjalani hidup bersama-sama seseorang itu dua hal yang berbeda dan tidak bisa berjalan beriringan. Oh crap. Yess. Life is a bunch of crap.

Resign?

Dulu pelarian dari persoalan hidup bisa gue tuangkan dengan menulis, tentang apapun tanpa dibatasi oleh ketakutan bahwa orang lain akan mengganggap tulisan gue itu remeh atau meremehkan masalah tersebut.  Writing is the only way I have to explain my own life to myself Tapi kebiasaan ini berubah setelah gue punya anak alias jadi Ibu. Pertama-tama karena berkurangnya waktu dan (keinginan) untuk menulis karena harus beradaptasi dengan peran baru. Lama-lama banyak hal yang terjadi sampai akhirnya bingung mau cari alasan apalagi untuk membenarkan keengganan gue untuk menulis. Intinya karena ga ada keinginan dan niat. Balancing life between family and work juga ternyata ga semudah yang dibayangkan. Kadang smooth, ga jarang drama. Kalau orang-orang sering bilang keluarga adalah yang nomor satu setiap waktu, buat gue itu ga bisa berlaku. #rhyme Ya adakalanya harus memprioritaskan pekerjaan saat tuntutannya emang tinggi dan anak atau keluarga sedang dalam kondisi baik-baik aja kan. Jadi saa...