Skip to main content

Dibantai TRX

Sekelumit malam :

Apa yang bisa gue bantu sekarang?

Hmm apa ya. Temenin gue ke psikolog mungkin?

Ah elo. Kalau itu gue ga bisa bantu. Hmm mendingan lo ikut yoga deh sekali-kali. 

(Yoga? Seni meditasi diri dimana kita lebih banyak berdiam diri dan menyisakan lebih banyak ruang untuk pikiran bekerja?

Bukannya tenang bisa-bisa gue histeris ditengah-tengah sesi. Pikir saya dalam hati.)

Lo baru balik jam segini? Busyet ngapain aja lo dikantor?

Lo tau kan gue bakal ngelakuin apa aja sampe badan gw remuk pun selama itu ga bikin gue inget masalah gue.

Yayaya terserah lo deh.

Sejentik pagi :

Sapaan selamat pagi sehari-hari dalam suatu grup whatss app dijawab singkat : Pagi semua. Gue udah di jalan mau ikut TRX.

Hah apaan tuh? Serentak mereka tanya.

Ah bingung jelasinnya. Buat saya setelah mengikuti kelas itu yang jelas cuma satu : remuk redam semua badan. 

Selesai latihan mereka masih penasaran : Jadi gimana, enak kelasnya? 

Saya cuma bisa jawab : kagak. 

Lo gak ngantor hari ini emang ?

Ngantor, tadi gue absen dulu terus langsung cabut kesini.

Cie. Merambah jadi cewe sosialita nih.

Walaupun saya gak ngerti dimana korelasinya tetap aja pernyataan ini saya komentarin.

Bukan. Ini metode menggempur badan supaya otaknya gak mikirin beban hidup tau!

Mereka ketawa.

Sekarang badan saya remuk-remuk, sakit semua kalau dipakai gerak, dan kaku. Seperti habis dibantai. 

Tapi yang lebih sialnya bukan perkara badan. Meskipun sudah habis-habisan kaya begini, ternyata otak saya masih dengan gesitnya bekerja. Mengingat semua detail, menampilkan setiap pilihan solusi, merunut sebab-akibat, membentangkan semua fakta. 

Percuma. 

TRX Training



Comments

Popular posts from this blog

yess, it's dufan beybeh!

wohh such a busy days coming my way these month.. Padahal dari kemarin pingin banget nulis cerita ini. Singkat kata, jadi akik punya teman yang mana bernama Boni sudah hampir seperempat abad hidup di dunia ini tapi belum pernah ke ... DUFAN! yess, dufan beybeh! Anyhow,  karena beliau berasal dari luar daerah yang jauh dari endonesah sodara2... (read : Madiun), jadilah beliau ini belum pernah menapakkan kaki di dunia fantasi kebanggan milik masyarakat Jakarta itu.  Entah mungkin karena belum sempat, tidak ada yang mengajak, kurang duit karena anak rantau, gengsi atau justru karena rasa nasionalismenya kurang, beliau lebih memilih bertandang ke USS terlebih dahulu. Sayang sekali. Masih ada anak muda seperti beliau yang seharusnya bangga akan produk bangsa sendiri. Jangan ditiru ya.  *prihatin* Beruntunglah Boni karena ia punya teman yang sudah baik, cantik dan tidak sombong lagi... (silahkan kalau mau muntah bak sampah di sebelah kanan). Temannya ini s...

Crap

Kamu cinta dia? Iya. Kamu mau hidup sama-sama dia terus? Mau. Kamu yakin dia bisa bikin kamu bahagia? Ya. Kamu yakin dia mau menjalani hal yang sama seperti kamu? Tidak tahu. Kamu yakin perasaan dia sama kuatnya dengan yang kamu punya? Tidak. Lalu kamu berpegangan sama apa? Tidak tahu. Kadang jatuh cinta dan menjalani hidup bersama-sama seseorang itu dua hal yang berbeda dan tidak bisa berjalan beriringan. Oh crap. Yess. Life is a bunch of crap.

Resign?

Dulu pelarian dari persoalan hidup bisa gue tuangkan dengan menulis, tentang apapun tanpa dibatasi oleh ketakutan bahwa orang lain akan mengganggap tulisan gue itu remeh atau meremehkan masalah tersebut.  Writing is the only way I have to explain my own life to myself Tapi kebiasaan ini berubah setelah gue punya anak alias jadi Ibu. Pertama-tama karena berkurangnya waktu dan (keinginan) untuk menulis karena harus beradaptasi dengan peran baru. Lama-lama banyak hal yang terjadi sampai akhirnya bingung mau cari alasan apalagi untuk membenarkan keengganan gue untuk menulis. Intinya karena ga ada keinginan dan niat. Balancing life between family and work juga ternyata ga semudah yang dibayangkan. Kadang smooth, ga jarang drama. Kalau orang-orang sering bilang keluarga adalah yang nomor satu setiap waktu, buat gue itu ga bisa berlaku. #rhyme Ya adakalanya harus memprioritaskan pekerjaan saat tuntutannya emang tinggi dan anak atau keluarga sedang dalam kondisi baik-baik aja kan. Jadi saa...