Skip to main content

Gravity

Beruntung Mbak teller yang cantik dengan senyum 3 sentimeter itu gak tanya macam-macam. Beruntung juga gak ada kolom : "tujuan penggunaan uang" di lembar penarikan bank itu. Dia tampak sedikit terkejut melihat seorang perempuan, kalau bisa dikatakan cukup kumel, datang tergesa-gesa dengan lembar kertas tersebut ingin menarik tabungannya senilai sekian puluh juta.

Tapi yang dilakukannya cuma meminta kartu identitas, mengecek ulang tanda tangan, melihat kemiripannya, meminta persetujuan otorisasi supervisornya. Standar prosedur yang dilakukan semua bank manapun. Tidak ada yang bakal menanyakan tujuan kegunaan uang.

Transaksi itu hanya membutuhkan waktu kurang dari 10 menit. Tapi menghabiskan proses yang panjang sampai perempuan itu mendatangi bank di siang bolong. Transaksi itu hanya terjadi diantara dua orang, si perempuan dan si teller. Tapi melibatkan orang-orang penting dalam hidup si perempuan.

Andai saja dia tahu, perempuan itu memutuskan untuk menguras -kalau boleh dikatakan hampir seluruh sisa tabungannya- untuk apa. Separuh rencana dalam pikiran perempuan itu. Mengembalikan apa yang tidak boleh dimilikinya lagi. Mengembalikan yang tersisa dari yang tadinya terencana. Mengembalikan yang tadinya diberikan dengan penuh kerja keras dan suka cita. Mengembalikan yang dihantarkan dengan gempita dan syukur. Andai saja teller cantik itu bertanya lebih jauh.

Comments

Popular posts from this blog

Crap

Kamu cinta dia? Iya. Kamu mau hidup sama-sama dia terus? Mau. Kamu yakin dia bisa bikin kamu bahagia? Ya. Kamu yakin dia mau menjalani hal yang sama seperti kamu? Tidak tahu. Kamu yakin perasaan dia sama kuatnya dengan yang kamu punya? Tidak. Lalu kamu berpegangan sama apa? Tidak tahu. Kadang jatuh cinta dan menjalani hidup bersama-sama seseorang itu dua hal yang berbeda dan tidak bisa berjalan beriringan. Oh crap. Yess. Life is a bunch of crap.

yess, it's dufan beybeh!

wohh such a busy days coming my way these month.. Padahal dari kemarin pingin banget nulis cerita ini. Singkat kata, jadi akik punya teman yang mana bernama Boni sudah hampir seperempat abad hidup di dunia ini tapi belum pernah ke ... DUFAN! yess, dufan beybeh! Anyhow,  karena beliau berasal dari luar daerah yang jauh dari endonesah sodara2... (read : Madiun), jadilah beliau ini belum pernah menapakkan kaki di dunia fantasi kebanggan milik masyarakat Jakarta itu.  Entah mungkin karena belum sempat, tidak ada yang mengajak, kurang duit karena anak rantau, gengsi atau justru karena rasa nasionalismenya kurang, beliau lebih memilih bertandang ke USS terlebih dahulu. Sayang sekali. Masih ada anak muda seperti beliau yang seharusnya bangga akan produk bangsa sendiri. Jangan ditiru ya.  *prihatin* Beruntunglah Boni karena ia punya teman yang sudah baik, cantik dan tidak sombong lagi... (silahkan kalau mau muntah bak sampah di sebelah kanan). Temannya ini s...

Turning 25

I'm blessed. Because i have so many and see everything. I've been traveling that much, i've so many experiences, i met a lot of people, i feel so many culture, food, challenge, view, atmospher, i had so many things in my life to thankful for.  At the beginning you'd wish for everything. You wish for a great life, perfect house, cool vehicle, best opportunities. As i through this year, in the end, everything that i could thank for is i had so many problem which makes me more mature, tough, strong, and grown as a human being. i dont have that perfect life, i (still) not getting married, i had the up-side down mental problem, sometimes i mess up. But that what you should do in your life, get messed up. And then you can learn. Anehnya, setelah sebelumnya takut dan deg-degan menjelang usia ini, ketika harinya tiba saya merasa sangaat bersyukur. Bersyukur punya keluarga yang lengkap dan menyayangi, bersyukur punya teman-teman yang baik hati, bersyukur punya peker...