Skip to main content

Tentang tanggal ini

Tahun ini, jatuh bangun, naik turun.
Menahan nafas sampai di penghujung tahun. 
Tidak ada bayangan mengenai ujungnya. 
Setelah separuh dari tahun ini dilalui dengan sangat susah payah. 
Tahun ini, hitam putih, abu-abu. 
Mencicipi semua rasa sampai di titik beku. 

Mungkin tahun ini memang banyak batu, kerikil sampai batu kali.
Mungkin tahun ini memang banyak angin, badai sampai semilir.

Mungkin tahun ini memang banyak belajar
belajar sulit, belajar senang, 

belajar memberi, belajar menerima, belajar melepaskan, belajar menemui hal baru, 

Tapi yang paling penting, belajar percaya, belajar bersyukur

Percaya kalau bisa bersyukur. Alhamdulilah..

tentang tanggal ini,

tentang orang yang  mengingat tanggal ini. Tentang dia yang mengingat dan membiarkan saya mengetahuinya. Tentang dia yang mengingat tapi enggan membiarkan saya mengetahuinya. 

Tentang pagi yang penuh syukur, tentang siang yang berjalan biasa, tentang malam yang sepi. Tentang air mata pengantar tidur.

Terimakasih ya, Tuhan. Melihat ke belakang seakan sulit karena leher begitu kaku. Tapi melihat ke depan juga tak kalah sulit karena pandangan ini kabur. Namun kalau bisa, jangan biarkan saya jalan di tempat terus ya, Tuhan.


Selasa, 3 Desember 2013. 

#duapuluhenam 



Comments

Popular posts from this blog

yess, it's dufan beybeh!

wohh such a busy days coming my way these month.. Padahal dari kemarin pingin banget nulis cerita ini. Singkat kata, jadi akik punya teman yang mana bernama Boni sudah hampir seperempat abad hidup di dunia ini tapi belum pernah ke ... DUFAN! yess, dufan beybeh! Anyhow,  karena beliau berasal dari luar daerah yang jauh dari endonesah sodara2... (read : Madiun), jadilah beliau ini belum pernah menapakkan kaki di dunia fantasi kebanggan milik masyarakat Jakarta itu.  Entah mungkin karena belum sempat, tidak ada yang mengajak, kurang duit karena anak rantau, gengsi atau justru karena rasa nasionalismenya kurang, beliau lebih memilih bertandang ke USS terlebih dahulu. Sayang sekali. Masih ada anak muda seperti beliau yang seharusnya bangga akan produk bangsa sendiri. Jangan ditiru ya.  *prihatin* Beruntunglah Boni karena ia punya teman yang sudah baik, cantik dan tidak sombong lagi... (silahkan kalau mau muntah bak sampah di sebelah kanan). Temannya ini s...

Crap

Kamu cinta dia? Iya. Kamu mau hidup sama-sama dia terus? Mau. Kamu yakin dia bisa bikin kamu bahagia? Ya. Kamu yakin dia mau menjalani hal yang sama seperti kamu? Tidak tahu. Kamu yakin perasaan dia sama kuatnya dengan yang kamu punya? Tidak. Lalu kamu berpegangan sama apa? Tidak tahu. Kadang jatuh cinta dan menjalani hidup bersama-sama seseorang itu dua hal yang berbeda dan tidak bisa berjalan beriringan. Oh crap. Yess. Life is a bunch of crap.

Resign?

Dulu pelarian dari persoalan hidup bisa gue tuangkan dengan menulis, tentang apapun tanpa dibatasi oleh ketakutan bahwa orang lain akan mengganggap tulisan gue itu remeh atau meremehkan masalah tersebut.  Writing is the only way I have to explain my own life to myself Tapi kebiasaan ini berubah setelah gue punya anak alias jadi Ibu. Pertama-tama karena berkurangnya waktu dan (keinginan) untuk menulis karena harus beradaptasi dengan peran baru. Lama-lama banyak hal yang terjadi sampai akhirnya bingung mau cari alasan apalagi untuk membenarkan keengganan gue untuk menulis. Intinya karena ga ada keinginan dan niat. Balancing life between family and work juga ternyata ga semudah yang dibayangkan. Kadang smooth, ga jarang drama. Kalau orang-orang sering bilang keluarga adalah yang nomor satu setiap waktu, buat gue itu ga bisa berlaku. #rhyme Ya adakalanya harus memprioritaskan pekerjaan saat tuntutannya emang tinggi dan anak atau keluarga sedang dalam kondisi baik-baik aja kan. Jadi saa...