Skip to main content

What happened in a year


Its almost over a year since i write! Whoah udah lama banget yess.

So many thing happened so many stories to tell. 

Terus kenapa tiba-tiba gw mau nulis lagi? Sesungguhnya tidak lain dan tidak bukan adalah karena... gw stress mikirin harus nulis tesis! Hoahahahaa... Kemampuan menulis kayanya udah mulai hilang makannya gw mencoba buat nulis blog (dulu). 

Okay first of all, i’ve got married on June 14th 2014! Yup akhirnya gw nikah juga.. Dengan siapa? Dengan teman semasa SMA. Hahay. Dengan si Abo tentunya. Printilan persiapan nikah ini tadinya mau gw ceritain di bahasan tersendiri karena keseruan dan kerepotannya bikin buanyak yang pengen gw tulis. 

The second, gw melanjutkan kuliah lagi. Jujur aja, keinginan buat kuliah awalnya bukan karena murni ingin menambah ilmu atau mengembangkan diri. Tapi lebih karena keadaan dilingkungan kerja yang udah semrawut, kacau, gak kondusif, dll. Nah salah satu escape way buat menghindar sementara waktu dari kegilaan kantor waktu itu adalah dengan meneruskan pendidikan. Gak mulus juga jalan buat dapat beasiswa S2 ini. Setelah sebelumnya sempat gak dapat di tahun 2013 karena terlambat apply dan kuota penuh, akhirnya gw dapat juga di 2014. Alhamdulilaah. Sekarang tinggal sisa dua semester lagi dan tesis di depan mata. Uhuhuhu.

And then ketiga.... akuh akhirnya memutuskan buat berhijab. :’) Masya Allah yaa Alhamdulilaah akhirnya gw tobat. Hahaha.  Tepat pas ulang tahun ke 27 di Desember 2014, gw berhijab. Sebenarnya keinginan buat berhijab sendiri udah lama ada. Terus kalau ditanya kenapa pas baru kemarin itu berhijabnya? Jawabannya, gw gak tahu. Yang gw inget pas moment itu, dulu banget jaman masih SMA gw sama sahabat gw si Tikong sering beli pulsa di toko Hp di Serang. Ketika itu Tikong udah pakai hijab. Terus si tukang pulsa ini nanya : "yang satu udah pakai jilbab, yang satu lagi kapan?"
Lalu gw jawab asal : "iya nanti kalau udah nikah."

Menjelang ulang tahun gw makin kepikiran dengan dialog itu. Gw pikir, gw udah nikah, terus apalagi yang gw tunggu? Ucapan itu termasuk berupa nadzar gw apa bukan ya? Galau lah gw. Plus ditambah, awal-awal nikah gw pengeeen banget bisa cepat hamil dan punya anak. Gw sempat berdoa gini dalam hati : Ya Allah kalau aku sampai hamil dan memiliki keturunan, aku mau berhijab.

Tapi doa itu bikin gw tambah galau. Cepat-cepat gw revisi mohon maaf, mohon ampun karena sempat berpikir kaya gitu. Sebelum sempat mengucap nadzar tadi gw keburu sadar. Kalau hijab itu kewajiban, bukan proses tawar menawar antara Tuhan dengan hamba Nya.

Akhirnya tekad gw semakin bulat, gak ada lagi yang bisa menunda gw buat berhijab. Mungkin buat kebanyakan orang keputusan ini agak telat. Dan gw pun menyesali itu. Tapi gw yakin setiap orang punya jalannya masing-masing. Lalu setelah ijin sama suami (yang mana doi seneng banget) akhirnya mulailah eke berjilbab.

Lalu apakah gw langsung hamil setelah berjilbab? Tidaaak sodara2! (kan tadi doanya udah direvisi yee)

Keempat, gw hamil tapi beberapa lama setelahnya. Yeaayy!

Karena gw dan Abo suka banget sama anak kecil (yang mana korban yg sering kena uyek2 kita bawa kemana2 adalah si Sunday selama ini) jadi kami udah pengen banget bisa cepat punya baby.  Setelah tiga bulan belum juga hamil, di bulan ke 4 kami memutuskan untuk cek ke dokter sekalian program hamil. Tapi ternyata masih belum rejeki. Kami baru 'mood' lagi buat ke dokter di bulan ke 6 dan ke 7, itupun belum berhasil. Kami sadar sih waktu itu usahanya juga belum maksimal, kebetulan Mamah mertua juga sedang sakit jadi kami sempat bolak-balik Jkt-Serang semasa lagi promil tsb.

Setelah kegagalan itu, kami (gw sih) memutuskan untuk gak meneruskan dulu programnya. Waktu itu gw pikir : ah coba tunggu sampai satu tahun. Kalau udah lewat setahun nikah baru mau mulai kontrol lagi.

Tepat setelah hari pertama haid terakhir gw ngomong kaya gitu ke Abo. Dan kami udah browsing-browsing mau kontrol ke dokter mana yang recomended. Eh bulan berikutnya gw hamil! Alhamdulilaah.. Rejeki gak kemana :D

Hmm cerita tentang bagaimana kehamilan ini bakal gw tulis di post selanjutnya deh. Hihihi.

See you there!



Comments

Popular posts from this blog

Crap

Kamu cinta dia? Iya. Kamu mau hidup sama-sama dia terus? Mau. Kamu yakin dia bisa bikin kamu bahagia? Ya. Kamu yakin dia mau menjalani hal yang sama seperti kamu? Tidak tahu. Kamu yakin perasaan dia sama kuatnya dengan yang kamu punya? Tidak. Lalu kamu berpegangan sama apa? Tidak tahu. Kadang jatuh cinta dan menjalani hidup bersama-sama seseorang itu dua hal yang berbeda dan tidak bisa berjalan beriringan. Oh crap. Yess. Life is a bunch of crap.

yess, it's dufan beybeh!

wohh such a busy days coming my way these month.. Padahal dari kemarin pingin banget nulis cerita ini. Singkat kata, jadi akik punya teman yang mana bernama Boni sudah hampir seperempat abad hidup di dunia ini tapi belum pernah ke ... DUFAN! yess, dufan beybeh! Anyhow,  karena beliau berasal dari luar daerah yang jauh dari endonesah sodara2... (read : Madiun), jadilah beliau ini belum pernah menapakkan kaki di dunia fantasi kebanggan milik masyarakat Jakarta itu.  Entah mungkin karena belum sempat, tidak ada yang mengajak, kurang duit karena anak rantau, gengsi atau justru karena rasa nasionalismenya kurang, beliau lebih memilih bertandang ke USS terlebih dahulu. Sayang sekali. Masih ada anak muda seperti beliau yang seharusnya bangga akan produk bangsa sendiri. Jangan ditiru ya.  *prihatin* Beruntunglah Boni karena ia punya teman yang sudah baik, cantik dan tidak sombong lagi... (silahkan kalau mau muntah bak sampah di sebelah kanan). Temannya ini s...

Turning 25

I'm blessed. Because i have so many and see everything. I've been traveling that much, i've so many experiences, i met a lot of people, i feel so many culture, food, challenge, view, atmospher, i had so many things in my life to thankful for.  At the beginning you'd wish for everything. You wish for a great life, perfect house, cool vehicle, best opportunities. As i through this year, in the end, everything that i could thank for is i had so many problem which makes me more mature, tough, strong, and grown as a human being. i dont have that perfect life, i (still) not getting married, i had the up-side down mental problem, sometimes i mess up. But that what you should do in your life, get messed up. And then you can learn. Anehnya, setelah sebelumnya takut dan deg-degan menjelang usia ini, ketika harinya tiba saya merasa sangaat bersyukur. Bersyukur punya keluarga yang lengkap dan menyayangi, bersyukur punya teman-teman yang baik hati, bersyukur punya peker...