Skip to main content

Mengapa Harus 100%


Pernah baca salah satu postingannya blogger favorite yang intinya begini : sebagai ibu bekerja, kita harus mengalokasikan 100% kemampuan kita di kantor. Intinya harus totalitas. Hal ini supaya waktu yang kita buang selama 8-12 jam untuk bekerja bisa dimaksimalkan dan supaya kita mengeluarkan semua potensi kita agar pencapaian kita di dunia kerja pun optimal. Bersinar. Valuable. Yah seperti itulah.

Somehow kok gue gak  bisa relate dengan statement tersebut ya. I always told my husband that, i'm not going to be that awesome in the office. Because my hands are full thinking about my child, my husband, my family. I can only give 50-50 or even sometimes 25-75, depend on what matters most at that time. 

Yup gw mengakui kalau ga bisa full 100% (dan ga mau) karena sementara di kantor pun gw masih mikirin si Kenzho besok makan apa, harus mulai diajarin apa di usia segini, mainan yang edukatif biar gak nonton youtube terus itu apa aja, dan seterusnya. Jadi kaya otak gw tuh kebagi-bagi gituuu sis (kok ga disebut2 mikirin bapaknya btw). Jadi gw sadar diri dan cukup legowo kalau gw gak bisa sebersinar itu di kantor semenjak berkeluarga. Mungkin lebih ke pasrah..

Swear deh, gw kerjaan beres lancar smooth tanpa kendala yang bikin pening kepala aja udah bersyukur banget. Gak perlu dan gak harus jadi superstar di kantor dengan sejuta prestasi. Biasa-biasa aja yang penting gw bisa kerja lancar, dapat penghasilan tapi juga keluarga bisa keurus. Well, gw rasa gw udah mulai berpola pikir seperti emak-emak PNS pada umumnya.. 

HAHAHA. 

Sesungguhnya apa faedah dari postingan ini? 

Bahwa hidup itu gak usah ngoyo. 

Ga denk.. Buat ibu2 pekerja diluar sana, keep sparkling, keep doing what you think its good for your future, nailed it like a pro! Jangan kaya gw yang setengah-setengah ini. Semoga bos-bos gw gak ada yang baca postingan ini ya, mari AAMIIN kan. Aaamiiin.. :D 



Comments

Popular posts from this blog

Crap

Kamu cinta dia? Iya. Kamu mau hidup sama-sama dia terus? Mau. Kamu yakin dia bisa bikin kamu bahagia? Ya. Kamu yakin dia mau menjalani hal yang sama seperti kamu? Tidak tahu. Kamu yakin perasaan dia sama kuatnya dengan yang kamu punya? Tidak. Lalu kamu berpegangan sama apa? Tidak tahu. Kadang jatuh cinta dan menjalani hidup bersama-sama seseorang itu dua hal yang berbeda dan tidak bisa berjalan beriringan. Oh crap. Yess. Life is a bunch of crap.

yess, it's dufan beybeh!

wohh such a busy days coming my way these month.. Padahal dari kemarin pingin banget nulis cerita ini. Singkat kata, jadi akik punya teman yang mana bernama Boni sudah hampir seperempat abad hidup di dunia ini tapi belum pernah ke ... DUFAN! yess, dufan beybeh! Anyhow,  karena beliau berasal dari luar daerah yang jauh dari endonesah sodara2... (read : Madiun), jadilah beliau ini belum pernah menapakkan kaki di dunia fantasi kebanggan milik masyarakat Jakarta itu.  Entah mungkin karena belum sempat, tidak ada yang mengajak, kurang duit karena anak rantau, gengsi atau justru karena rasa nasionalismenya kurang, beliau lebih memilih bertandang ke USS terlebih dahulu. Sayang sekali. Masih ada anak muda seperti beliau yang seharusnya bangga akan produk bangsa sendiri. Jangan ditiru ya.  *prihatin* Beruntunglah Boni karena ia punya teman yang sudah baik, cantik dan tidak sombong lagi... (silahkan kalau mau muntah bak sampah di sebelah kanan). Temannya ini s...

Turning 25

I'm blessed. Because i have so many and see everything. I've been traveling that much, i've so many experiences, i met a lot of people, i feel so many culture, food, challenge, view, atmospher, i had so many things in my life to thankful for.  At the beginning you'd wish for everything. You wish for a great life, perfect house, cool vehicle, best opportunities. As i through this year, in the end, everything that i could thank for is i had so many problem which makes me more mature, tough, strong, and grown as a human being. i dont have that perfect life, i (still) not getting married, i had the up-side down mental problem, sometimes i mess up. But that what you should do in your life, get messed up. And then you can learn. Anehnya, setelah sebelumnya takut dan deg-degan menjelang usia ini, ketika harinya tiba saya merasa sangaat bersyukur. Bersyukur punya keluarga yang lengkap dan menyayangi, bersyukur punya teman-teman yang baik hati, bersyukur punya peker...