Wow judulnya berasa mau bikin film. Atau mau meraih mimpi yang kaya gimanaaaa gitu. Padahal kalau nanti gue jelaskan, mimpi-mimpi ini mungkin sepele buat orang lain. But it's kinda huge deal for our family.
First of all, pindah rumah ke.. rumah sendiri! Yup, udah hampir 3 tahun kami tinggal di Serang yang mana itu rumah orang tua gue. Jujur, dengan semua kemudahan tinggal bareng ortu itu emang bikin terlena. Gak perlu mikirin masak apa, makan apa, isi kulkas apa, bersih2, beres2, dll. Begitupun urusan anak, udah 2 tahun setengah lebih kami "titip" Kenzho untuk diasuh Omah Opah. Gak perlu khawatir dia makan apa, lingkungannya bersih atau gak, disayang atau gak, hati tenang, pikiran fokus kerja, pulang2 ketemu anak bahagia. Sounds perfect, huh?
But, despite all of that comfortable stuff, we also fight another battle. Setiap hari menargetkan diri harus pulang jam sekian, lihat kondisi cuaca diluar (kalau mendung berarti gue harus cepat2 naik ojek), badan selalu harus dalam kondisi fit (minum vitamin, madu, dll karena tiap hari harus menempuh jarak 160 km dan kemacetan yang amit2), menjaga mood saat bangun tidur gak ada waktu untuk malas-malasan (karena kami bangun mepet banget, dan perjalanan jauh jadi harus langsung masuk kamar mandi).
Soal berantemnya, udah gak keitung lagi deh. Yang diberantemin apalagi kalau bukan soal waktu. Yang satu ngerasa gak enak karena keseringan pulang tenggo, yang satu sebel karena udah datang pagi on time kok pulang tetep harus nungguin yang lembur, kapan waktu main sama anaknya? Alhasil bete dua-duanya dan berantem. Padahal usia segini kita lagi produktif nya kerja untuk membuktikan kemampuan kita di kantor kan. Tapi energi udah terkuras untuk perjalanan pulang pergi rumah-kantor.
Belum lagi kalau ngomongin materi. Bisa dihitung sendiri kira2 berapa ongkos PP Serang - Jakarta dalam sebulan kalau per harinya menghabiskan sekitar Rp.300.000 untuk bensin dan tol. *cry*
Lama-lama mikir, kapan bisa nabung kalau penghasilan habis buat ongkos doank?
Nahhh, berhubung kita sudah lelaah..... Gue sih terutama, lelah banget, pengen punya kehidupan yang mandiri, pengen hidup lebih sehat, pengen nerusin mimpi-mimpi yang lain (nanti gue jelasin), akhirnya sampai di titik, i think i'm done. Plus, Juli tahun ini Kenzho udah mulai masuk play group di Cireundeu. Kita harus pindah gimanapun caranya. Di awal tahun adalah waktu yang paling senggang untuk cari pengasuh buat Kenzho. Selain karena kerjaan belum banyak, kayanya its a good start aja untuk memulai awal yang baru. Dan akhirnya kita dapat, mudah-mudahan cocok dan baik.
Mimpi yang kedua adalah, Abo melanjutkan kuliah. Ini bukan cuma mimpi dia, tapi mimpi gue juga. Dan karena sekarang kita bedua udah beranak, kuliah lagi artinya mengorbankan waktu (dan tenaga) dua-dua nya. Waktu dia akan lebih habis mikirin kuliahnya selain kerja dan keluarga. Pun dengan tenaganya. Jadi gue benar-benar merasa harus menyiapkan mental untuk sedikit "berkorban" demi dia bisa kuliah dan lulus. Jujur takut banget, takut gak sanggup ngurusin Kenzho yang super aktif begitu. Takut gak sanggup gak membagi pikiran perihal apapun itu, karena Abo bakal punya cabang pikiran yang lain. Huhu. Tapi ku harus kuattt. Gak boleh egois. Gue sampai udah pasrah kalau tahun ini performa gue di kantor gak maksimal karena semua hal baru yang harus dijalani. Semangats!
Mimpi-mimpi selanjutnya adalah tentang kemampuan diri. Ingin banget upgrade skill apapun itu. Makannya tahun ini bertekad (baru tekad emang) untuk bisa masak, bisa bikin kue, atau bisa menggambar. Apapun itu sih yang penting punya kemampuan lain.
So, cheers to 2019!
P.S : Semoga tarif MRT gak mahal2 amat ya...

Comments