Skip to main content

Dulu dan Sekarang

Struggling-nya setiap orang berbeda, sadar gak sih kita akan hal itu?

Ada yang pernah nyeletuk ke saya : 

"Ah kamu mah ga pernah kan ngerasain kerja bawa barang jualan sekarung besar naik motor, panas2an dari sini ke sana?"

Terus dia ketawa sombong, merasa penderitaannya lebih menyedihkan dibanding saya.

Yang sebenarnya aneh juga sih, kenapa penderitaan perlu dibandingkan? Kaya ga ada hal lain aja, lol. 

Terlepas dari keanehan itu, saya cuma mau bilang apa yang kita lihat atas pencapaian seseorang saat ini, ga pernah kita tahu bagaimana perjuangan mereka sampai di titik itu.

Kalau misal orang lihat saya dan keluarga saat ini hidup "agak" enak selayaknya kaum menengah ngehe di kota besar, percayalah ada proses yang sebelumnya kami lalui sampai bisa seperti ini.

Kalau mau flashback, saat masih kuliah saya udah kerja jadi sales promotion girl (SPG). Keliling kota masukin CV dan lamaran demi dapat uang tambahan untuk jajan. 

Orang tua saat itu 'cuma' kasih uang untuk biaya hidup yang agak ngepas selama saya ngekos di kota tempat kuliah. Buat nongkrong atau beli baju sih seingat saya ya ga ada. 

Dari hasil keliling masukin lamaran saya dapat kerjaan dari perusahaan rokok dan minuman ringan. Saya pun mulai kerja sampingan jadi SPG. Kerjanya ngapain? Ya jualan produk itu. 

Pertama kali jadi SPG saya di-hire perusahaan minuman PT. Sosro Indonesia. Yup, yang produksi teh botol sosro, jasjus, fruit tea, dll. Di sini, SPG ga cuma kerja jualin produk, tapi mulai dari packing, catat barang, sampai hitung hasil penjualan. Setelah selesai packing, kita berangkat naik mobil pick up ke lokasi jualan.

Lokasinya variatif, saya pernah jualan di alun-alun kota, di tempat wisata keluarga sampai di tempat hajatan pernikahan! Wkwk kalau diingat-ingat lucu juga. Kok saat itu ga ada rasa malu atau sungkan keliling-keliling menawarkan jualan. 

Setelah punya pengalaman sebagai SPG teh botol, panggilan pun datang dari perusahaan rokok. Waktu itu dari PT. Djarum. Jadi SPG produk rokok ini saya harus stand by di sebuah mall dari pagi sampai sore untuk memasarkan produk itu ke setiap pengunjung mall. Jadi jualannya itu kita berdiri di depan pintu mall menawarkan ke pengunjung yang mau masuk atau keluar. Terus agak sorean kita keliling mall dan toko-toko sekitar supaya produk cepat habis. 

Setiap orang diberi target mesti berhasil jual berapa pack per hari. Seringnya produk yang dijual ini baru di launching, jadi (katanya) rasanya belum dikenal perokok, bahkan banyak yang bilang gak enak. Jadi memang benar-benar harus ekstra usaha untuk menjualnya. Tapi target kami seringnya selalu tercapai sih. Karena satu tim kita saling back up, kalau ada yang belum sampai target akan dibantu oleh rekan lainnya. 

Btw, beda perusahaan beda karakter dalam memperlakukan SPG nya. Untuk produk ini mereka mengedepankan banget image si SPG nya. Berangkat kerja harus bareng-bareng dari kantor, dan pulangnya harus diantar sampai depan rumah. Sempat juga ada rekan satu tim kami yang tiba-tiba diberhentikan karena dinilai "kurang baik" attitude-nya. Jadi emang kita ga bisa 'aneh2'. 

Setelah punya pengalaman di dunia per-SPG-an rokok, saya di' rekrut' lagi jadi SPG produk kompetitor.. Yaitu PT. HM Sampoerna. Wkwkwk. Di sini jualannya pas ada event pameran-pameran gitu. Jadi kita mulai kerja dari pameran dibuka (biasanya siang) sampai pameran tutup (sekitar jam 9 malam). Kerja sampingan ini saya jalani selama liburan kuliah. Lalu dunia per-SPG-an saya harus berakhir karena kuliah udah masuk semester akhir yang artinya udah harus mikirin skripsi dan segala perintilannya. 

Saya ingat banget rasanya punya uang pertama kali dari keringat sendiri. Literally dari keringat ya, karena kerjanya pakai tenaga wkwkwk. Rasanya bangga dan senang banget. Malah pas pertama kali banget saya kerja pakai seragam SPG, ibu saya sendiri sempat gak percaya kalau saya beneran mau kerja. Saat itu uang hasil kerja dipakai buat keperluan sendiri yang gak seberapa. Tapi pengalaman itu cukup bisa jadi yang berkesan sampai sekarang.

Lalu setelah lulus kuliah apakah hidup saya mulus semulus muka kylie jenner? tentu tydak.

Sempat kerja di perusahaan pembiayaan (leasing) dengan gaji yang buat ongkos aja habis minim, lalu diterima di salah satu bank BUMN. Di sini juga saya dapat 'tantangan' baru yang masya Allah bikin siyok. Dari sekian banyak pegawai bari, cuma saya yang tetiba ditempatkan di daerah kecil nan pelosok. Cakep. Mau gak mau harus ngekos lagi dengan gaji yang seadanya. Sedih banget kalau diingat-ingat masa-masa itu. 

Dulu mantan pacar (yang sekarang jadi suami) bela-belain beberapa hari sekali datang nengok dari tempat kerjanya yang lumayan jauh. Sweet anet yah. Terus paling keinget banget di sana kalau malem itu jarang yang jualan. Yang selalu ada itu tukang sate ayam. Alhasil hampir tiap malem kita makan itu. :') 

Selama setahun kerja di bank itu akhirnya saya keterima jadi CPNS! Yess terdengar mulus ya? Padahal enggak. Pas ikut test CPNS di Jakarta itu saya dianter sama bapak dengan mobil kijang kotak jadul yang selama perjalanan watir banget mogok di tengah jalan. Eh ternyata engga donk, dia mogok persis pas udah sampe lokasi test! Pas di jalan tol yang lagi macet-macetnya dia sempat keluar asap, udah mikir ga akan sampe lokasi tepat waktu sih saat itu. wkwkwk

Singkat cerita akhirnya saya berhasil ikut test sampai ke tahap wawancara. Di tahap ini tinggal tersisa 3 kandidat yang akan lolos satu orang. Lewat dari tanggal pengumuman ga ada notifikasi apa-apa yang menandakan saya lolos. Saat itu udah ikhlas kalau ternyata belum rejekinya saya di sana. 

Eh tapi satu minggu kemudian saya di telepon orang SDM nya yang menginfokan kalau saya diterima! Sempat bingung dan kaget sih. Usut punya usut, ternyata kandidat yang seharusnya lolos mengundurkan diri karena diterima juga di instansi lain, dan dia lebih memilih instansi tersebut. Saya yang berada di urutan kedua berhasil masuk karena 'keberuntungan' tadi. 😂

Menjelang dan di awal-awal menikah pun, saya dan suami masih 'berjuang' untuk hidup kami. Ngambil undangan nikahan berkardus-kardus cuma pakai motor bebek, keujanan tapi ga punya jas hujan jadi cuma pakai kantong plastik yang nutupin kepala, tinggal di kontrakan dengan kondisi hamil besar TANPA AC alias pakai kipas angin doank, dsb. Tapi ya itu mungkin yang dinamakan perjalanan hidup seseorang. Kalau sekarang kami punya rumah (yang masih nyicil) dan kendaraan yang layak, itu bukan ujug-ujug datang dari langit ke-7 atau hadiah dari orang tua. Semua harus kami usahakan, walaupun gak dipungkiri ada peran orang tua yang mendukung dan membantu kami selama prosesnya. 

Memang, kerja keras kadang mengkhianati hasil. Ya, saya ga akan bilang kerja keras tidak akan mengkhianati hasil. Karena faktanya ada yang udah mati-matian jungkir balik kerja keras dan cerdas tapi hasilnya ya gitu-gitu aja. Banyak faktor yang menentukan dan mendukung hasil seseorang. 

Tapi kalau di saya, mungkin keberuntungan, doa dan dukungan orang tua jadi faktor lain yang mendukung. Sebut aja privillege. Ga usah malu mengakui kita punya privillege. Ingat, privillege itu ga cuma melulu soal dukungan materi dan koneksi lho. Dukungan moral, waktu dan perhatian juga bagian dari privillege yang harus kita akui.  

Saya ga bilang hidup saya sekarang udah enak, wow jauh banget. Masih harus struggling, kerja keras & cerdas, nabung, hemat, irit, dan seterusnya untuk mencapai tujuan di masa depan yang diharapkan.  Karena kita ga pernah tahu ke depan apa yang akan terjadi. 

Jadiii jangan asbun ya kalau ngobrol sama orang, jangan asal bilang : wow hidupmu enak sekali karena kamu ga pernah merasakan bla bla bla.  Because we never know. 


Comments

Popular posts from this blog

Crap

Kamu cinta dia? Iya. Kamu mau hidup sama-sama dia terus? Mau. Kamu yakin dia bisa bikin kamu bahagia? Ya. Kamu yakin dia mau menjalani hal yang sama seperti kamu? Tidak tahu. Kamu yakin perasaan dia sama kuatnya dengan yang kamu punya? Tidak. Lalu kamu berpegangan sama apa? Tidak tahu. Kadang jatuh cinta dan menjalani hidup bersama-sama seseorang itu dua hal yang berbeda dan tidak bisa berjalan beriringan. Oh crap. Yess. Life is a bunch of crap.

yess, it's dufan beybeh!

wohh such a busy days coming my way these month.. Padahal dari kemarin pingin banget nulis cerita ini. Singkat kata, jadi akik punya teman yang mana bernama Boni sudah hampir seperempat abad hidup di dunia ini tapi belum pernah ke ... DUFAN! yess, dufan beybeh! Anyhow,  karena beliau berasal dari luar daerah yang jauh dari endonesah sodara2... (read : Madiun), jadilah beliau ini belum pernah menapakkan kaki di dunia fantasi kebanggan milik masyarakat Jakarta itu.  Entah mungkin karena belum sempat, tidak ada yang mengajak, kurang duit karena anak rantau, gengsi atau justru karena rasa nasionalismenya kurang, beliau lebih memilih bertandang ke USS terlebih dahulu. Sayang sekali. Masih ada anak muda seperti beliau yang seharusnya bangga akan produk bangsa sendiri. Jangan ditiru ya.  *prihatin* Beruntunglah Boni karena ia punya teman yang sudah baik, cantik dan tidak sombong lagi... (silahkan kalau mau muntah bak sampah di sebelah kanan). Temannya ini s...

Turning 25

I'm blessed. Because i have so many and see everything. I've been traveling that much, i've so many experiences, i met a lot of people, i feel so many culture, food, challenge, view, atmospher, i had so many things in my life to thankful for.  At the beginning you'd wish for everything. You wish for a great life, perfect house, cool vehicle, best opportunities. As i through this year, in the end, everything that i could thank for is i had so many problem which makes me more mature, tough, strong, and grown as a human being. i dont have that perfect life, i (still) not getting married, i had the up-side down mental problem, sometimes i mess up. But that what you should do in your life, get messed up. And then you can learn. Anehnya, setelah sebelumnya takut dan deg-degan menjelang usia ini, ketika harinya tiba saya merasa sangaat bersyukur. Bersyukur punya keluarga yang lengkap dan menyayangi, bersyukur punya teman-teman yang baik hati, bersyukur punya peker...