Skip to main content

Finally "IBU"


Sabtu, 9 Maret 2018 adalah pertama kalinya Kenzho bisa memanggil Ibu dengan kata IBU. Literally IBU. Bukan BU, A-BU, atau Eu-BU. Tapi I-BU. Akhirnya!!

Haha, ibu pikir Kenzho akan butuh waktu lama untuk bisa manggil dengan sebutan yang benar. Ternyata belum genap dua tahun sudah bisa ya Ken. Aaah Ibu bangga :'))

Hihi, kenapa kok kayanya bangga amat bu? Selain karena menurut gue sebutan IBU itu ga alamiah dan lumayan susah jadi wajar donk bangga. Sisanya… Ya biarlah bangga sama anak sendiri. Lol. Ditulis pun disini supaya ada kenangannya. 

Di umur 23 bulan ini Kenzho semakin lucu dan… menjengkelkan. Lucu banget karena udah bisa menirukan berbagai kata yang kita ajarkan. Udah kaya burung Beo. Dan menjengkelkan karena sepertinya fase terrible two nya mulai menampakkan batang hidungnya. Sekarang kalau ada maunya harus langsung dituruti, kalau engga langsung ngamuk teriak-teriak lebay.

Dan tingkahnya semakin hari makin aktif. Lompat-lompat diatas kasur, lari kesana kemari, dorong-dorong apapun yang ada disekitarnya, dst. Tapi tingkah lainnya juga gak kalah menggemaskan. Sekarang, kalau lihat Ayahnya lagi mijitin Ibu, dia dengan sigap ikut ambil minyak terus ikut pijitin juga. #GakMauKalah. Ini lucu banget sih, tingkat keposesifannya terhadap Ibu sangat tinggi. Hahaha.

Ken ken, kalau kamu baca ini saat kamu udah dewasa nanti, hope it reminds you well that before your girlfriend right now, you use to be that posessive to me, your MOM. Haa!

Tiap Ayah dekat-dekat Ibu, mau cuma ngomong doank, peluk, atau senderan aja itu kamu langsung teriak marah. Kalau Ayah gak menjauh maka akibatnya Ayah akan kena pukul atau ketiban (( KETIBAN )) badan Kenzho karena Ibu langsung dipeluk Kenzho. Pokoknya gak boleh ketahuan kita dekat-dekat sama Kenzho. Harus ada JARAK. Kalau gak nanti dimarahin satpam cilik. Iya, se POSESIF itu. :''))

Lucu ya, aku merasa berharga. HAHAHA. 

Akhir-akhir ini Kenzho juga sudah bisa ikutan nyanyi kalau lagi nonton video lagu anak-anak. Kalau di video tsb ada gerakannya, dia juga akan ikutin. Kalau Ibu nyanyi juga dia selalu semangat dan selesainya akan tepuk tangan sambil bilang : Yeayy! 

Terus kemana-mana pasti ngintilin Ibu. Even itu ke kamar mandi Ibu ditungguin didepan pintu. Kalau ada Ibu, ayah dicuekin blass. Kadang suka kelepasan kalau udah seharian diikutin mulu, Ibu suka kelepasan ngomel kenapa Kenzho gak bisa main sendiri, kenapa ngruntelin Ibu terus, kenapa Ibu gak bisa bergerak bebas sebentar aja. Huhu terus kemudian menyesal sendiri. 

Kenzho begitu karena dia menunjukkan rasa sayangnya sama Ibu, ditambah Ibu lebih banyak bekerja daripada di rumah menemani dia. Jadi kalau ada Ibu maunya nempel terus, main, becandaan, dll... Kalau dipikir-pikir kasian, maafin Ibu ya Ken...

Semoga Ayah Ibu bisa selalu sabar, kuat dan sehat biar bisa selalu menemani Kenzho... Aamiin.. :))


Kenzho, 18 months old


Comments

Popular posts from this blog

yess, it's dufan beybeh!

wohh such a busy days coming my way these month.. Padahal dari kemarin pingin banget nulis cerita ini. Singkat kata, jadi akik punya teman yang mana bernama Boni sudah hampir seperempat abad hidup di dunia ini tapi belum pernah ke ... DUFAN! yess, dufan beybeh! Anyhow,  karena beliau berasal dari luar daerah yang jauh dari endonesah sodara2... (read : Madiun), jadilah beliau ini belum pernah menapakkan kaki di dunia fantasi kebanggan milik masyarakat Jakarta itu.  Entah mungkin karena belum sempat, tidak ada yang mengajak, kurang duit karena anak rantau, gengsi atau justru karena rasa nasionalismenya kurang, beliau lebih memilih bertandang ke USS terlebih dahulu. Sayang sekali. Masih ada anak muda seperti beliau yang seharusnya bangga akan produk bangsa sendiri. Jangan ditiru ya.  *prihatin* Beruntunglah Boni karena ia punya teman yang sudah baik, cantik dan tidak sombong lagi... (silahkan kalau mau muntah bak sampah di sebelah kanan). Temannya ini s...

Crap

Kamu cinta dia? Iya. Kamu mau hidup sama-sama dia terus? Mau. Kamu yakin dia bisa bikin kamu bahagia? Ya. Kamu yakin dia mau menjalani hal yang sama seperti kamu? Tidak tahu. Kamu yakin perasaan dia sama kuatnya dengan yang kamu punya? Tidak. Lalu kamu berpegangan sama apa? Tidak tahu. Kadang jatuh cinta dan menjalani hidup bersama-sama seseorang itu dua hal yang berbeda dan tidak bisa berjalan beriringan. Oh crap. Yess. Life is a bunch of crap.

Resign?

Dulu pelarian dari persoalan hidup bisa gue tuangkan dengan menulis, tentang apapun tanpa dibatasi oleh ketakutan bahwa orang lain akan mengganggap tulisan gue itu remeh atau meremehkan masalah tersebut.  Writing is the only way I have to explain my own life to myself Tapi kebiasaan ini berubah setelah gue punya anak alias jadi Ibu. Pertama-tama karena berkurangnya waktu dan (keinginan) untuk menulis karena harus beradaptasi dengan peran baru. Lama-lama banyak hal yang terjadi sampai akhirnya bingung mau cari alasan apalagi untuk membenarkan keengganan gue untuk menulis. Intinya karena ga ada keinginan dan niat. Balancing life between family and work juga ternyata ga semudah yang dibayangkan. Kadang smooth, ga jarang drama. Kalau orang-orang sering bilang keluarga adalah yang nomor satu setiap waktu, buat gue itu ga bisa berlaku. #rhyme Ya adakalanya harus memprioritaskan pekerjaan saat tuntutannya emang tinggi dan anak atau keluarga sedang dalam kondisi baik-baik aja kan. Jadi saa...