Skip to main content

Posts

Showing posts from 2021

Dulu dan Sekarang

Struggling -nya setiap orang berbeda, sadar gak sih kita akan hal itu? Ada yang pernah nyeletuk ke saya :  "Ah kamu mah ga pernah kan ngerasain kerja bawa barang jualan sekarung besar naik motor, panas2an dari sini ke sana?" Terus dia ketawa sombong, merasa penderitaannya lebih menyedihkan dibanding saya. Yang sebenarnya aneh juga sih, kenapa penderitaan perlu dibandingkan? Kaya ga ada hal lain aja, lol.  Terlepas dari keanehan itu, saya cuma mau bilang apa yang kita lihat atas pencapaian seseorang saat ini, ga pernah kita tahu bagaimana perjuangan mereka sampai di titik itu. Kalau misal orang lihat saya dan keluarga saat ini hidup "agak" enak selayaknya kaum menengah ngehe di kota besar, percayalah ada proses yang sebelumnya kami lalui sampai bisa seperti ini. Kalau mau flashback , saat masih kuliah saya udah kerja jadi sales promotion girl (SPG). Keliling kota masukin CV dan lamaran demi dapat uang tambahan untuk jajan.  Orang tua saat itu 'cuma' kasih ua...

Trauma Menjadi Orang Baik

Ada ga sih disini yang trauma jadi orang baik? Atau trauma berbuat baik?  Saya selalu berpikir diri saya ini ga cerdas, cemerlang, talented, cantik luar biasa atau kelebihan lainnya yang biasanya jadi point of view seseorang.  Makannya ada satu hal yang saya selalu upayakan yaitu bersikap baik. Be kind to each other . Karena cuma itu yang bisa saya perbuat ketika saya ga percaya diri dengan kelebihan-kelebihan diri sendiri.  Bertahun-tahun saya hidup dengan prinsip itu.  Mau semarah, sekesal, dan semerana apapun saya selalu berusaha bersikap baik di depan orang lain.  Kecuali.. dengan orang terdekat saya yang dalam hal ini mungkin suami dan orang tua saya, mereka yang tahu aslinya saya gimana dan ga perlu saya tutup-tutupi.  Tapi hari ini saya merasa ada sesuatu yang telah merubah saya. Akumulasi dari peristiwa-peristiwa ke belakang yang mungkin membuat trauma.  Alias kapok bersikap baik.  Mungkin dari tulisan ini nanti akan muncul nasihat-nasih...

Life with Coronavirus

Judul yang sangat... berat. Baru judulnya aja berat, menjalaninya lebih berat lagi. Gue ga tau ya bagaimana dengan orang-orang di luar sana, tapi buat gue dan keluarga sih berat. Kadang berusaha chill, but mostly feeling anxiety.  Pandemi ini banyak sekali mengubah cara kita hidup. Literally the way we live our life.  Hampir satu setengah tahun kita hidup di era pandemi virus SARS Cov-2.  Gue inget banget pertama kali tahu virus ini eksis, waktu itu Januari 2021 awal gue baru pulang dari luar kota. Sampai rumah masih agak sore, kebetulan ART lagi nonton tv lalu ada berita virus ini di China. Saat itu langsung waspada mikir larangan apa aja yang harus gue kasih tau ke ART saat ngasuh Kenzho. Tapi saat itu masih berharap ah mungkin hanya akan kaya kasus flu babi atau flu burung yang penyebarannya ga masif.  Lalu di awal Maret kasus pertama di Indonesia muncul. Pertengahan Maret gue masih dinas ke luar kota, Bali pula. Agak degdegan, saat itu gue udah mulai pakai masker...

International Women's Day

Baru-baru ini setelah hampir 7 tahun berumah tangga saya sempat sedikit "mengeluh" ke Ibu saya sendiri. Soal bagaimana saya dan kakak adik saya yang semuanya perempuan, tidak pernah diajarkan memasak, beres-beres rumah, ataupun urusan domestik lainnya yang lazimnya stigma masyarakat dikerjakan oleh kaum perempuan.  Kenapa saya protes? Karena jujur, ketika memasuki kehidupan berumah tangga, saya sempat mengalami clueless o n how to manage our house . Saya ga punya pengetahuan apalagi skill masak, bahkan harus googling dulu untuk bisa membuat sayur sop, ikan goreng, atau masakan apapun itu yang mungkin buat sebagian orang sepele. Tentu saja protes saya ini ga membuahkan hasil apa-apa. Ibu saya ga kalah nge-gas donk, membela apa yang menjadi t he way she raise her children s. Saya mengerti dan ga berusaha untuk mendapatkan jawaban sebaliknya. Cuma ingin ibu saya tahu aja bahwa saya mengalami kesulitan itu, dan mungkin akan berbeda hasilnya jika she teach us in a different way b...

2020

Tadinya ga berniat banget nulis apa yang terjadi sepanjang 2020. Karena kok ya diingat-ingat ga ada yang menyenangkan hahaha.... Tapi buat kenang-kenangan kayanya bisa ditulis, karena di tahun ini terjadi pandemi yang mungkin ga semua manusia mengalaminya dalam rentang waktu mereka hidup.  Early 2020 Di awal tahun 2020, tempat gue bekerja mengalami perubahan lagi. Yang 5 tahun lalu di merger alias dijadikan satu dengan salah satu direktorat jenderal kementerian lain, di tahun ini dipisah kembali. Hmm ga usah dibayangkan ya chaos nya kaya gimana. Lebih mudah bersatu ternyata daripada bercerai. Gue pun kena imbasnya, staf pada minta pindah dengan cara yang ngeselin, drama rebutan aset, pindah lokasi kantor lagi, dst. Belum lagi datang orang-orang baru dari unit kerja lain yang ga diharapkan  untuk mengisi kekosongan posisi para pegawai yang pada pindah tadi.  Drama kantor berkepanjangan.  Adaptasi sana sini. Gibah setiap hari. Lol.  Eh ndilalah, lagi "seru-seru" ...

Resign?

Dulu pelarian dari persoalan hidup bisa gue tuangkan dengan menulis, tentang apapun tanpa dibatasi oleh ketakutan bahwa orang lain akan mengganggap tulisan gue itu remeh atau meremehkan masalah tersebut.  Writing is the only way I have to explain my own life to myself Tapi kebiasaan ini berubah setelah gue punya anak alias jadi Ibu. Pertama-tama karena berkurangnya waktu dan (keinginan) untuk menulis karena harus beradaptasi dengan peran baru. Lama-lama banyak hal yang terjadi sampai akhirnya bingung mau cari alasan apalagi untuk membenarkan keengganan gue untuk menulis. Intinya karena ga ada keinginan dan niat. Balancing life between family and work juga ternyata ga semudah yang dibayangkan. Kadang smooth, ga jarang drama. Kalau orang-orang sering bilang keluarga adalah yang nomor satu setiap waktu, buat gue itu ga bisa berlaku. #rhyme Ya adakalanya harus memprioritaskan pekerjaan saat tuntutannya emang tinggi dan anak atau keluarga sedang dalam kondisi baik-baik aja kan. Jadi saa...