Skip to main content

Posts

Showing posts from 2018

Kenzho Berhenti Nenen

Akhirnya... Setelah 2 tahun 6 bulan, anak aku berhenti menyusui! Wow sungguh sebuah pencapaian!  Awalnya gue dan Abo (atau gue doank?) udah pesimis sama PR-PR yang harus dikejar Kenzho.  Berhenti nenen, toilet training , tidur malam bablas sampai pagi, berhenti tidur di kursi goyang, lancar ngomong, bisa makan gak pakai lihat youtube, dan seterusnya.  KOK PR NYA BANYAK AMAT? Huhu lalu stress sendiri...  Dodolnya, bukannya usaha digedein, ini malah pasrah yang dimaksimalin... Hahaha.. Jadi ya gue gak ambisius anak gue mesti udah bisa A B C dalam tempo waktu sekian sekian. Usaha tetap, tapi dibarengi dengan pasrah. Karena dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, ada beberapa hal yang gak bisa disamakan antara Kenzho dengan anak seusia dia lainnya. Jadi memang benar, setiap anak punya waktu dan tahap perkembangannya masing-masing.  Dari awal gue udah bilang sama Abo kalau akan menerapkan Weaning With Love , alias menyapih dengan cinta. Jadi da...

Mengapa Harus 100%

Pernah baca salah satu postingannya blogger favorite yang intinya begini : sebagai ibu bekerja, kita harus mengalokasikan 100% kemampuan kita di kantor. Intinya harus totalitas. Hal ini supaya waktu yang kita buang selama 8-12 jam untuk bekerja bisa dimaksimalkan dan supaya kita mengeluarkan semua potensi kita agar pencapaian kita di dunia kerja pun optimal. Bersinar. Valuable . Yah seperti itulah. Somehow kok gue gak  bisa relate dengan statement tersebut ya. I always told my husband that, i'm not going to be that awesome in the office . Because my hands are full thinking about my child, my husband, my family. I can only give 50-50 or even sometimes 25-75, depend on what matters most at that time.   Yup gw mengakui kalau ga bisa full 100% ( dan ga mau ) karena sementara di kantor pun gw masih mikirin si Kenzho besok makan apa, harus mulai diajarin apa di usia segini, mainan yang edukatif biar gak nonton youtube terus itu apa aja, dan seterusnya. J...

Nanny Vol.2

Kenzho, I know this might be difficult for you somehow. But believe me, its difficult for us, me and your Dad too.   To trust somebody else to accompany you, to take care of you while we work from 7 AM to 6 PM everyday. I don’t know how to manage my mind keep being positive and not worry too much when I’m away (at the office).   We don’t know how we’re gonna do the parents job better with this way. But we believe, the closer your distance with us, the easier we could monitor you. Then we will more close to you than before. I know that it will be so hard for you to change all your daily activity with someone new.  Maybe you will miss your Omah and Opah too sometimes. But I promise, I will never let you feeling alone or separated with us. We will always be there. During the night you will always with us. Play, reading some books, laughing, and doing everything you want to (as long as that’s not dangerous, of course). Even sometimes I can take a day off just to be at...

Life at Work Recently

Mau sedikit cerita (atau banyak) mengenai kehidupan perkantoran gue sekarang dan segala problematikanya. Semenjak pelantikan Presiden baru di 2015, kementerian tempat gue bekerja menjadi salah satu lembaga yang di merger alias digabungkan dengan satuan kerja lain. Dua organisasi besar menjadi satu, pun dengan orang-orang di dalamnya. Hmm sudah kebayang kan bagaimana penyesuaian demi penyesuaian mesti terus dilakukan untuk bisa bekerja dengan baik, benar dan DAMAI.  Damai, itu suatu kondisi yang sampai sekarang menurut gue belum bisa dirasakan. Karena selayaknya orang yang dipaksa pindah rumah yang sudah bertahun-tahun dia tempati, gue pun merasa seperti itu ketika harus pindah “kantor” ke tempat lembaga satunya berada selama ini.  Hal ini juga dikarenakan gue n aik satu level karir. Naik pula porsi kewajiban dan tanggung jawab. Mau gak mau, suka gak suka, siap gak siap, karena setelah selesai kuliah gue harus memikul amanat baru. #tsaahhh Di tempat baru ini, den...

Tentang Menyusui

pic from pinterest.com Genapnya umur Kenzho dua tahun membuat saya flashback saat momen-momen pertama kali menyusui Kenzho. Menyusui menjadi salah satu penanda awal saya juga ketika memasuki dunia seorang Ibu.  Sampai hari ke 3 lahir ke dunia, Kenzho belum saya susui secara langsung. Hal itu karena selain kondisi saya yang masih lemah, harus menerima transfusi darah lagi dan masih meminum obat-obatan penunjang pasca demam berdarah. Begitupun Kenzho yang setelah lahir harus segera dibawa ke ruang observasi (NICU) untuk dimonitor. Maklum, Kenzho lahir dengan beberapa proses yang mungkin gak biasa. Selain harus di vacuum , dalam laporannya yang saya baca dia juga sempat meminum air ketubannya. Pantas saja, ketika lahir dia gak langsung menangis seperti bayi pada umumnya.  Oh ya, di RS tempat saya melahirkan saya kurang paham apakah mengusung konsep rooming-in Ibu dan bayi atau tidak. Gak ada kesempatan dan waktu untuk menanyakan hal tersebut. Karena seperti yang...

Finally "IBU"

Sabtu, 9 Maret 2018 adalah pertama kalinya Kenzho bisa memanggil Ibu dengan kata IBU. Literally IBU. Bukan BU, A-BU, atau Eu-BU. Tapi I-BU. Akhirnya!! Haha, ibu pikir Kenzho akan butuh waktu lama untuk bisa manggil dengan sebutan yang benar. Ternyata belum genap dua tahun sudah bisa ya Ken. Aaah Ibu bangga :')) Hihi, kenapa kok kayanya bangga amat bu? Selain karena menurut gue sebutan IBU itu ga alamiah dan lumayan susah jadi wajar donk bangga. Sisanya… Ya biarlah bangga sama anak sendiri. Lol. Ditulis pun disini supaya ada kenangannya.  Di umur 23 bulan ini Kenzho semakin lucu dan… menjengkelkan. Lucu banget karena udah bisa menirukan berbagai kata yang kita ajarkan. Udah kaya burung Beo. Dan menjengkelkan karena sepertinya fase terrible two nya mulai menampakkan batang hidungnya. Sekarang kalau ada maunya harus langsung dituruti, kalau engga langsung ngamuk teriak-teriak lebay. Dan tingkahnya semakin hari makin aktif. Lompat-lompat diatas kasur, lari ke...

Pekerjaan Rumah untuk Ayah Ibu

Wow lama sekalii gak nulis apapun. Actually ini tulisan pertama setelah mulai mood menulis lagi akibat kemalasan berkepenjangan dan beban pekerjaan kantor yang menumpuk.  Terus tiba-tiba ingat, im not really good to keep my memory still in my head. Alias anaknya gampang banget LUPA, kecuali sama kesalahan-kesalahan Abo . :p Jadi mulai sekarang mau rajin nulis lagi, demi menjaga kenangan-kenangan tentang si Kendut dan kehidupan jungkir balik ibu bapaknya.  Bulan depan bocah itu tepat dua tahun. Wah GAK KERASA YA. (BOHONG BANGET SIH INI). Buat gue dan suami mah kerasa sebenarnya. Karena hari demi hari pundi-pundi rupiah masih bertebaran ke pom bensin dan jasa marga demi ongkos pulang pergi Jakarta Serang. HAHAHA. Demi ketemu si buah hati. Agar tidak ada satu pun momen perkembangannya yang kami lewatkan. #OKESIP Well, semakin besar usia si anak maka semakin kami menyadari bahwasanya PR menjadi orang tua MAKIN BANYAK YA BAPAK IBU . *fyuuuhh*.  Wak...